Soal Snmptn 2013

Telah Terungkap Rahasia Di Balik Kesuksesan
Para Peserta SNMPTN
SANGAT PENTING untuk kamu-kamu yang sedang dalam masa persiapan menghadapi SNMPTN / SBMPTN 2013
dapatkan Prediksi, Panduan, Informasi, dan Strategi Terbaik dan Terlengkap di sini.
HANYA UNTUK KAMU.

400 F 15794561 HsDi6LtEK8Q28IY8qE5tNmzszZ8aiQ4p 150x150 Soal Snmptn 2013Setiap orang pasti ingin mencapai impiannya masing-masing. Begitu juga Anda yang ingin berhasil menembus SNMPTN. Tetapi, pernahkah Anda melihat salah satu teman sekolah Anda yang terlihat JARANG atau bahkan TIDAK PERNAH BELAJAR, dan dengan nilai yang pas-pasan namun dengan gampangnya mereka lolos SNMPTN dan diterima pada universitas negeri yang top dan bonafide,

Hal yang SAMA terjadi pada saat persiapan SNMPTN setiap tahunnya. Banyak para peserta SNMPTN yang yang GAGAL! Tetapi tidak sedikit dari mereka, yang lolos dan Berhasil! Lalu apa yang membedakan mereka yang Lolos SNMPTN dengan Anda?

Kami telah meneliti hal ini bertahun-tahun, lalu menemukan
RAHASIA LOLOS SNMPTN/SBMPTN !

snmptn%20copy Soal Snmptn 2013

Temukan Pedoman dan Jawabanya di sini, Ebook panduan wajib para peserta SNMPTN/SBMPTN. Ebook Terlaris 2012 , Dapatkan Harga Promosi.

prediksi-snmptn.Com
Mempersembahkan Ebook Sukses SNMPTN/SBMPTN 2013

Coba anda bayangkan bisa di terima di Universitas Favorit Pilihan Anda.
Segera order sekarang, Masa depan ada di tangan anda
Meningkatkan Kemampuan dan Rasa Percaya diri anda
dalam Menghadapi Ujian SNMPTN/SBMPTN 2013
Ubah Cara Pikir dan Belajar Anda!

best seller 150x150 Soal Snmptn 2013 stock photo best offer stamp 76263010 150x150 Soal Snmptn 2013

best price black 150x150 Soal Snmptn 2013

PESAN SEKARANG JUGA !!!
JANGAN TUNDA, AMBIL TINDAKAN SEKARANG JUGA UNTUK SIAP MENGHADAPI SNMPTN / SBMPTN 2013.

Produk terbaik untuk sukses SNMPTN /SBMPTN 2013
Jangan Sampai Keduluan Saingan Anda
Ayo Raih Kesempatan Emas ini !!!


Bagaimana dengan persiapan teman-teman untuk menghadapi SNMPTN/SBMPTN tahun ini?

Apakah teman-teman ingin sukses masuk PTN Favorit ???

Inilah SATU-SATUNYA EBOOK SUKSES SNMPTN/SBMPTN 2013 TERLENGKAP
yang WAJIB teman-teman MILIKI. Inilah hal paling penting yang Anda butuhkan jika Anda ingin sukses dalam menghadapi ujian SNMPTN 2013.

Dapatkan juga Tips dan kiat – kiat dalam belajar ,Tips dan kiat menghadapi ujian, Motivasi penambah semangat, supaya kita bisa lolos dan sukses pada ” SNMPTN 2013” dan Top Secret Lainnya yang kami susun sedemikian rupa oleh team kami yang telah berpengalaman dalam mengajar baik di tingkat sekolah maupun lembaga bimbingan belajar.


Ayo Order, sekarang di prediksi snmptn 2013

Anda akan mendapatkan latihan soal snmptn 2013 , jawaban, dan pembahasan yang berasal dari soal-soal SNMPTN sebelumnya dan prediksi soal-soal yang akan keluar pada SNMPTN selanjutnya, persiapkan diri menghadapi SNMPTN / SBMPTN 2013

spacer00 Soal Snmptn 2013

PENAWARAN HARI INI !!!
Soal Prediksi SNMPTN 2013 dan Pembahasan
beserta Kiat untuk bisa prediksi-snmptn dan lolos SNMPTN 2013


Kami Akan Memberikan
PREDIKSI SOAL SNMPTN 2013 dan
CARA UNTUK prediksi-snmptn DAN LOLOS SNMPTN 2013 Yang Akan Menghantarkan Anda Masuk Di
PTN Favorit :
UGM, UI, ITB, UNPAD, UNDIP,
UNAIR, ITS, IPB , UNS dll.

univ Soal Snmptn 2013

soal snmptn 2013 ipa ips dan pembahasannya

  • Segera manfaatkan kesempatan ini, untuk mendapatkan produk terbaik SUKSES SNMPTN / SBMPTN 2013 Dengan harga Promo/Diskon, karena dalam waktu dekat harga akan kembali naik .
  • Dapatkan bonus materi , ebook, dan software untuk anda yang memesan produk pada hari ini.
  • Dapatkan Kumpulan Soal SNMPTN dan Pembahasan dari Tahun-tahun lalu, Secara GRATIS! Buruan, jangan sampai kehabisan!
  • Ingat kami hanya menyediakan 100 copies ebook sukses SNMPTN / SBMPTN 2013 ini, Jangan sampai Anda kehabisan.
  • TAKE ACTION HARI INI JUGA Sebagai Langkah AWAL Kesuksesan Anda!, buat diri anda, teman anda dan keluarga anda bangga !!!

Kelebihan dan kekurangan PTN & PTS

Kelebihan dan kekurangan PTN & PTS. Mungkin kalian masih bingung dalam menentukan perguruan tinggi mana yang akan pilih , salah satunya dalam mengikuti ujian SNMPTN agar pilhan kalian itu sangat tepat dan benar dan sesuai dengan minat dan bakat kalian mau pilih perguruan tinggi negri atau yang swasta. nah.. Bagi kalian yang masih bingung akan memilih PTN atau PTS , berikut saya akan memberikan sedikit penjelasan tentang kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

  • Kelebihan PTN
  1. Nama PTN sangat bergengsi, orang yang masuk PTN akan dianggap cerdas.
  2. PTN memiliki kelengkapan akademik yang bagus.
  3. Mudah mendapatkan beasiswa.
  4. Biaya yang rata-rata lebih murah dibanding PTS.
  5. Fasilitas terjamin karena ada standar tersendiri dari pemerintah.
  6. Memiliki staf pengajar yang berkualitas.
  • Kelebihan PTS
  1. Masuk PTS lebih mudah dibandingkan masuk PTN.
  2. Mahasiswa di PTS benar-benar diperatikan oleh dosen karena jumlah mahasiswanya yang lebih sedikit dibandingkan PTN.
  3. Kegiatan akademik yang tidak begitu ketat, sehingga mahasiswa dapat memanage waktunya dengan baik.
  4. Biaya lebih murah. (tidak semua PTS murah)
  5. Mempunyai kampus cabang. Continue reading

Jadwal Snmptn 2013

Jadwal Snmptn 2013 – Diperkirakan sekitar 150.000 lulusan SMA/SMK/MA yang ada di seluruh Indonesia berkesempatan untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri melalui sistem Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013. Ketua Umum Panitia Pelaksana SNMPTN 2013, Akhmaloka, mengatakan bahwa SNMPTN yang diikuti oleh 61 perguruan tinggi negeri seluruh Indonesia ini memiliki daya tampung sebesar 60 persen. Sementara sisanya akan diakomodasi melalui ujian tulis yang dilakukan secara bersama oleh perguruan tinggi negeri dan ujian mandiri.

Apabila dibandingkan dengan data pada tahun 2012, daya tampung pada SNMPTN kali ini sedikit menurun. Pada tahun 2012, sekitar 171.634 orang berhasil lolos ujian ini baik melalui jalur undangan maupun ujian tulis. Namun, pria yang masih menjabat sebagai rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mengatakan bahwa masih ada kemungkinan penambahan kuota dari daya tampung yang ditentukan.

Untuk jadwal SNMPTN 2013 sendiri, panitia pelaksanaan akan mulai membuka pendaftaran pada awal Februari tahun depan. Namun, untuk pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) sudah dapat dilakukan mulai pekan depan oleh masing-masing sekolah. Berikut kami sampaikan jadwal lengkapnya : Continue reading

Sebanyak 159 SMA di Jateng Gagal Ikuti SNMPTN

Metrotvnews.com, Semarang: Sebanyak 159 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat di Jawa Tengah gagal mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 akibat tidak merampungkan proses isi pangkalan data.

“Kami mencatat ada sebanyak 1.692 sekolah di Jateng yang mendaftar pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS),” kata Ketua Tim Sosialisasi SNMPTN Universitas Negeri Semarang Sucipto Hadi Purnomo di Semarang, Selasa (12/2).

Dari data status pendaftaran sekolah di PDSS per 12 Februari 2013, Hadi menyebutkan dari seluruh sekolah di Jateng yang mendaftar, 1.533 sekolah sudah mengisi daftar di PDSS secara lengkap.

Sebanyak 159 sekolah, lanjut Hadi, belum menyelesaikan pengisian data di PDSS sehingga dipastikan gagal mengikutkan siswa pada SNMPTN, mengingat batas akhir pengisian PDSS jatuh pada Senin (11/2) pukul 22.00 WIB. Continue reading

Passing Grade UNY Univeritas Negeri Yogyakarta IPA & IPS

Passing Grade UNY Univeritas Negeri Yogyakarta IPA & IPS. Setelah banyak permintaan dari member snmptn , Berikut ini kami sajikan daftar perkiraan passing grade SNMPTN 2013 ujian tulis Universitas Negeri Yogyakarta (UNY):

Kategori IPA
461016 Pend. Matematika – UNY 35.5%
461024 Pend. Fisika 30.2%
461032 Pend. Kimia 32.8%
461046 Pend. Biologi 33,0%
461054 Pend. T. Elektronika 30.5%
461062 Pend. T. Otomotif 32.5%
461076 Pend. T. Mesin 30.2%
461084 Pend. T. Elektro 26.8%
461092 Pend. T. Sipil & Perencanaan 27.8%
461105 Matematika 28.5%
461113 Fisika 25.6%
461121 Kimia 26.2%
461135 Biologi 25,0%
461143 Pend. Tek. Mekatronika 26.7%
461151 Pend. Tek. Informatika 38.2%
461165 Pend. IPA 26,0%
461173 IKORA 24.8%
     
Continue reading

Passing Grade UNY Univeritas Negeri Yogyakarta IPA & IPS

Berikut ini daftar perkiraan passing grade SNMPTN ujian tulis Universitas Negeri Yogyakarta (UNY):

Kategori IPA
461016 Pend. Matematika – UNY 35.5%
461024 Pend. Fisika 30.2%
461032 Pend. Kimia 32.8%
461046 Pend. Biologi 33,0%
461054 Pend. T. Elektronika 30.5%
461062 Pend. T. Otomotif 32.5%
461076 Pend. T. Mesin 30.2%
461084 Pend. T. Elektro 26.8%
461092 Pend. T. Sipil & Perencanaan 27.8%
461105 Matematika 28.5%
461113 Fisika 25.6%
461121 Kimia 26.2%
461135 Biologi 25,0%
461143 Pend. Tek. Mekatronika 26.7%
461151 Pend. Tek. Informatika 38.2%
461165 Pend. IPA 26,0%
461173 IKORA 24.8%
     
Kategori IPS
462012 Manajemen Pendidikan 30.2%
462026 Bimbingan & Konseling 32.6%
462034 Teknologi Pendidikan 26,0%
462042 Pendidikan Luar Biasa 22.5%
462056 Pendidikan Luar Sekolah 20.2%
462064 Pend. Seni Kerajinan 19.8%
462072 Pend. Kewarganegaraan 26.3%
462086 Pend. Sejarah 27.2%
462094 Pend. Geografi 28.5%
462101 PJKR 31.2%
462115 PKO 23.2%
462123 Pend. Teknik Busana 22.4%
462131 Pend. Teknik Boga 24.6%
462145 Pend. Adm. Perkantoran 28.6%
462153 Pend. Akuntansi 32.5%
462161 Pend. Ekonomi 31.5%
462175 Manajemen 35,0%
462183 Ilmu Sejarah 21.6%
462191 Akuntansi 34.8%
462204 Pend. Sosiologi 26.8%
462212 Pend. IPS 25.8%
462226 Administrasi Negara 32.5%
462234 Kebijakan Pendidikan 28.6%
462242 PGSD 32.5%
462256 PGPAUD 22.5%
462264 PGSD Penjas 25.6%
462272 Pend. Bahasa Inggris 35.6%
462286 Pend. Bahasa Jerman 25,0%
462294 Pend. Bahasa Prancis 26,0%
462301 Pend. Seni Rupa 21.5%
462315 Bahasa dan Sastra Indonesia 25,0%
462323 Bahasa dan Sastra Inggris 27.8%
462331 Pend. Seni Tari 20.5%
462345 Pend. Seni Musik 24.6%
462353 Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia 34.8%
462361 Pend. Bahasa Jawa 30.6%

Tips dan Trik Mengerjakan SBMPTN

 

Pada tahun ini (2013) SNMPTN tulis sudah dihapus dan SNMPTN hanya ada jalur undangan. Meskipun SNMPTN tulis sudah dihapus, sepertinya akan muncul SBMPTN dan tes mandiri PTN. Berikut ini kami tuliskan beberapa tips yang mudah-mudahan juga bisa diterapkan dalam SBMPTN. Dan tentunya, mudah-mudahan SBMPTN model soal dan tingkat kesulitannya tidak jauh berbeda dengan SNMPTN.
Sebelum Test (Persiapan)
  1. Menguasai materi; Kuasailah seluruh materi-materi yang akan diujikan. Menurut saya (penulis), soal test SNMPTN memiliki kesulitan di atas test UN. Karena itulah, beberapa PTN tidak setuju hasil UN dijadikan dasar utama masuk PTN. Carilah buku-buku pemantapan yang berisi materi-materi dasar SNMPTN, maksud saya materinya bukan pembahasan soal-soal SNMPTN saja. Hal ini mempermudah Anda mempelajari materi secara menyeluruh. Beda halnya jika Anda mencari-cari buku pelajaran Anda kelas 1, 2, dan 3 maka seolah-olah terpisah-pisah dan saya yakin Anda akan pusing dengan buku yang bertumpuk-tumpuk, meskipun hanya melihatnya apalagi kalau membaca seluruhnya. Di samping itu, tentu Anda juga perlu buku tentang soal-soal SNMPTN sebelumnya. Anda sebaiknya persiapan jauh-jauh hari, jika Anda bukan orang jenius, mungkin kurang jika Anda hanya mempersiapkannya dalam waktu 6 bulan apalagi mempraktekan jurus SKS (Sistem Kebut Semalam/Sehari/Seminggu/Sebulan). Tentu, sedikit banyaknya waktu adalah sangat bergantung pada kemampuan dasar yang sudah Anda miliki dan tinggi rendahnya tingkat passing grade program studi PTN yang ingin Anda ambil.
  2. Lakukan uji coba (try out); Kami menyarankan Anda berlatih sendiri dengan jumlah soal dan alokasi waktu yang sama dengan test nyata SNMPTN. Anda juga boleh mengikuti try out yang diadakan lembaga lain, tetapi menurut saya itu jauh dari sama dengan SNMPTN yang sebenarnya. Disamping soal-soal yang biasanya sedikit, terkadang soal-soal itu sudah dipilah-pilah yang mana mereka (lembaga) memiliki jurus-jurus ampuh menyelesaikannya dengan mudah. Hal ini mereka tujukan untuk mempermudah promosi/sponsor jasa mereka.
  3. Pemilihan Jurusan (Program Studi); Pilihlah program studi dan PTN sesuai dengan kemampuan Anda. Jika kemampuan Anda hanya 35%, kami sarankan Anda tidak memaksakan diri memilih program studi Pendidikan Dokter, kemungkinan 90% Anda akan gagal, 10%-nya adalah keberuntungan. Pilihlah pada pilihan pertama, program studi yang sesuai dengan kemampuan Anda. Untuk pilihan kedua, pilihlah program studi yang passing gradenya minimal 10% di bawah pilihan pertama.   

Saat Test
  1. Perhatikan baik-baik waktu yang diberikan dan atur pemanfaatan waktu sebaik-baiknya; Manajemen waktu adalah hal penting, apalagi untuk mengerjakan test yang diberikan dengan waktu terbatas. Mungkin ketika latihan, Anda bisa mengerjakan semua soal dalam sepaket tes SNMPTN. Namu ketika Anda test, maka waktu Anda terbatas. Jadi, usahakan latihan dengan alokasi waktu yang sama dengan saat tes SNMPTN. Tanpa manajemen waktu yang baik, Anda tidak akan mampu mengerjakan secara maksimal. Bisa jadi ada mata pelajaran terlewatkan atau Anda malah terjebak pada soal yang Anda tidak bisa kerjakan yang mana malah menghabiskan banyak waktu yang diberikan. Membawa jam tangan mungkin hal yang baik untuk membantu manajemen waktu Anda.
  2. Gunakan Alat Tulis Standar atau Terbukti Lebih Baik dari Kualitas Standar; Anda harus memastikan terlebih dahulu bahwa alat tulis Anda telah terbukti dapat digunakan mengisi LJK dan dapat terbaca oleh komputer. Bawalah alat tulis secukupnya, kami sarankan minimal minimal 2 buah.
  3. Miliki mata pelajaran andalan, raihlah nilai maksimum pada mata pelajaran andalan; Ini adalah senjata pusaka jika Anda tidak menguasai seluruh mata pelajaran. Kerjakan mata pelajaran yang Anda ahli, pada awal dengan alokasi waktu yang sudah Anda tentukan.
  4. Kerjakan seluruh mata pelajaran; Seluruh mata pelajaran sebaiknya Anda kerjakan, karena itu manajemen waktu sangat penting. Jika Anda tidak menguasai lantaran kurang tertarik pada mata pelajaran tertentu maka cukup kerjakan satu atau dua nomor dan pastikan bernilai benar. Kerjakan dengan tenang dan jaga baik-baik emosi Anda saat mengerjakan. Jangan coba-coba mencontek ataupun meminta jawaban peserta lain, karena pengawas dapat saja membatalkan hasil pekerjaan Anda. Tinggalkan kebiasaan curang Anda di SMA.
  5. Jangan menebak-nebak jawaban; Kerjakanlah soal-soal yang bisa Anda kerjakan. Jika Anda cukup menguasai materi SNMPTN, disarankan jangan menebak-nebak jawaban, tinggalkan yang tidak bisa Anda kerjakan. Terkecuali jika Anda hampir tidak menguasai sama sekali, silahkan saja tebak-tebak berhadiah.
  6. Raihlah nilai kumulatif positif pada masing-masing mata pelajaran; Nilai kumulatif adalah nilai total masing-masing mata pelajaran. Jangan sampai salah satu mata pelajaran Anda bernilai negatif.

 

Pasca Test

 

  1. Koreksi hasil pengerjaan Anda di rumah, evaluasi dan hitung persentase nilai Anda.
  2. Anda boleh menggunakan daftar perkiraan passing grade di sini sebagai acuan dengan menambahkan toleransi untuk lebih aman 10%. Jadi jika passing grade Anda 40%, maka anggap yang harus Anda hasilkan adalah lebih dari 50%.
  3. Periksa apakah hasil Anda sudah memenuhi point 2 di atas terhadap pilihan pertama, kemudian periksa juga untuk pilihan kedua.
  4. Jika nilai Anda jauh di atasnya, Anda boleh berlega hati tetapi tetap berdoa mudah-mudahan bisa masuk, jangan pernah menyombongkan diri karena sehebat apapun Anda, Tuhan tidak akan suka…. Jika ternyata nilai Anda pas-pasan terhadap passing grade, lebih banyaklah berdoa, boleh Anda juga bersiap-siap mencari jalur alternatif… Jika nilai Anda ternyata jauh di bawah passing grade, siap-siap cari jalur lain aja ya… Tetap jangan berkecil hati, mungkin jalur hidup Anda bukan melalui ini.
Oke, itu saja yang ingin kami bagikan, semoga bermanfaat…
Selamat mengikuti SBMPTN
Semoga sukses
source : http://www.seputarsnmptn.awaludin.com/2013/01/sekedar-tips-mengerjakan-sbmptn.html

Sekilas Tentang SNMPTN

Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau biasa disingkat SNM-PTN dulu dengan nama Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) adalah salah satu bentuk ujian penerimaan mahasiswa untuk perguruan tinggi negeri, selain program mandiri (melalui Ujian Mandiri) dan penyaluran minat dan bakat melalui sekolah-sekolah (PMDK). Ujian ini dilaksanakan selama dua hari dalam setiap tahunnya secara serentak di seluruh Indonesia.

Sejarah

Ujian ini pada awalnya disebut SKALU (Sekretariat Kerja sama antar Lima Universitas) yang pertama kali diadakan secara serentak oleh lima perguruan tinggi negeri pada tahun 1976. Ke lima PTN ini merupakan lima PTN paling diminati (favorit) oleh para calon mahasiswa. Perguruan tinggi negeri (PTN) yang terlibat dalam program rintisan itu adalah Universitas Indonesia di Jakarta, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta, dan Universitas Airlangga di Surabaya.

Dengan sistem ujian masuk secara serentak ini, para calon mahasiswa tidak perlu melakukan perjalanan jauh untuk menempuh beberapa ujian masuk perguruan tinggi negeri favorit pada waktu dan tempat yang berbeda untuk meningkatkan kemungkinan mereka diterima. Menurut Departemen Pendidikan Nasional), sistem ujian bersama ini bertujuan menolong para calon mahasiswa untuk menghemat waktu dan biaya walaupun sistem ini jelas mengakibatkan peluang seorang calon mahasiswa untuk memilih lebih dari satu PTN favorit menjadi hilang.

Pada 1977, sistem SKALU diperbaiki dengan mengharuskan mahasiswa memilih program studinya dan bukan hanya perguruan tinggi yang ingin dimasukinya. Atas pertimbangan jumlah PTN, standar dan lokasi, pada 1979 sistem ini dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak perguruan tinggi negeri, yang dibagi ke dalam tiga kategori.

Kategori pertama di beri nama Proyek Perintis 1 yang melibatkan 10 perguruan tinggi, yaitu kelima perguruan tinggi di atas ditambah dengan Universitas Padjadjaran di Bandung, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Brawijaya Malang, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, dan Universitas Sumatera Utara di Medan.

Di masyarakat luas, Proyek Perintis 1 ini lebih dikenal dengan nama SKASU (Sekretariat Kerja sama Antar Sepuluh Universitas). Dalam sistem ini, mahasiswa diizinkan memilih tiga program studi di tiga perguruan tinggi.

Setelah kategori pertama, IPB, UI, ITB, dan UGM menyelenggarakan penerimaan mahasiswa baru tanpa ujian yang dikenal dengan nama Proyek Perintis 2. Sementara itu, 23 perguruan tinggi negeri lainnya mengembangkan sistem yang mirip Proyek Perintis 1 dengan nama Proyek Perintis. Sedangkan kategori tiga, yaitu perintis tiga, merupakan seleksi pada 23 PTN lainnya dengan proyek perintis tiga. Pada saat yang sama, 10 IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan) mengembangkan sistem penerimaan dengan nama Proyek Perintis 4.

Tahun 1983, Depdiknas memutuskan mengadopsi sistem Proyek Perintis 1 dan 2 secara nasional dengan menghapus Proyek Perintis 3 dan 4. Sistem baru ini melibatkan semua perguruan tinggi negeri dan dikenal sebagai Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (Sipenmaru), sedangkan sistem penerimaan tanpa ujian dikenal dengan nama Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK). Tahun 1989, PMDK dihapus dan Sipenmaru berubah menjadi UMPTN. Sistem penerimaan mahasiswa baru yang disebut terakhir ini bertahan hingga 2001, menyusul keluarnya SK Mendiknas No 173/U/2001 dan berubah nama menjadi SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru).

Terbitnya Permendiknas No. 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Penerimaan Calon Mahasiswa Baru pada Perguruan Tinggi Negeri mengakibatkan perubahan sistem penerimaan mahasiswa baru pada jenjang S1 pada perguruan tinggi negeri yang cukup mendasar. Dengan peraturan ini, pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru secara terpusat dilaksanakan di bawah koordinasi Direktur Jendral Perguruan Tinggi (berdasarkan pasal 2, ayat 2). Hal inilah yang mengakibatkan perubahan SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) yang dilaksanakan terpusat, namun secara otonom, menjadi SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) yang dilaksanakan secara terpusat di bawah Direktur Jendral Perguruan Tinggi.

Mekanisme Seleksi

SNMPTN dilaksanakan dalam dua jalur, yaitu Jalur Undangan dan Jalur Ujian Tertulis.

Jalur Undangan

Berdasarkan informasi yang tertera pada website, Jalur Undangan merupakan sistem penjaringan berdasarkan prestasi akademis. Jalur Undangan dilaksanakan pertama kali pada tahun 2011. Panitia SNMPTN juga memberikan kepercayaan kepada sekolah untuk melakukan seleksi calon mahasiswa yang berprestasi akademik dan diharapkan menyelesaikan pendidikan tinggi dengan baik. Jalur Undangan merupakan mekanisme seleksi nasional berdasarkan penjaringan prestasi akademik tanpa ujian tertulis dan/atau keterampilan, namun tidak termasuk ke dalam jalur penelusuran minat dan bakat. Sistem seleksi dalam jalur undangan menggunakan nilai rapor dan piagam prestasi yang dimiliki oleh peserta.

Sistem seleksi dalam jalur undangan mengalami perbuahan selama pelaksaannya. Pada tahun 2011, sistem seleksi jalur undangan menggunakan diserahkan kepada sekolah dengan aturan yang telah ditetapkan oleh panitia dan sistem seleksi didasarkan pada kelas masing-masing siswa. Pada tahun 2012, sistem seleksi jalur undangan menggunakan sistem yang telah dibuat panitia, setelah nilai rapor seluruh siswa dikirimkan secara lengkap, maka akan keluar daftar nama yang dapat diajukan oleh kepala sekolah dan setelah itu, nama yang diajukan sekolah mendapatkan username dan password untuk melakukan pendaftaran lebih lanjut.

Jalur Ujian Tertulis

Jalur Ujian Tertulis menggunakan nilai hasil tes sebagai kriteria penerimaan siswa baru. Peserta jalur ujian tertulis terbagi ke dalam tiga kelompok, yaitu kelompok IPA, kelompok IPS dan kelompok IPC. Pembagian ini didasarkan atas persyaratan calon mahasiswa yang ditetapkan oleh universitas tujuan berdasarkan karakter dari masing-masing jurusan. Peserta yang memilih jalur ujian IPA dan IPS dapat memilih dua pilihan jurusan yang berbeda, sedangkan untuk IPC dapat memilih tiga jurusan yang berbeda – dengan minimal satu jurusan dalam kelompok IPA atau IPS. Semua peserta jalur ujian akan mengerjakan TPA (Tes Potensi Akademik) dan TBSD (Tes Bidang Studi Dasar, yang mencangkup Matematika Dasar, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) pada hari pertama. Pada hari kedua, peserta mengerjakan kelompok soal yang berbeda sesuai dengan pendaftaran. Peserta kelompok IPA mengerjakan Tes Bidang Studi IPA yang mencangkup Matematika (IPA), Fisika, Kimia, dan Biologi. Peserta kelompok IPS mengerjakan Tes Bidang Studi IPS yang mencangkup Ekonomi, Geografi, Sosiologi, dan Sejarah. Sedangkan untuk kelompok IPC, mereka mengerjakan Tes Bidang Studi IPA dan Tes Bidang Studi IPS. Peserta yang memilih jurusan tertentu, sesuai yang ditetapkan oleh universitas tujuan, diwajibkan untuk mengikuti ujian keterampilan.

Materi Ujian Tertulis mengalami perubahan dari tahun ke tahun. SNMPTN 2008 menggunakan tes IPA Terpadu di dalam Kemampuan IPA dan tes IPS Terpadu di dalam Kemampuan IPS. Sedangkan pada SNMPTN 2009, TPA (Tes Potensi Akademik) merupakan bagian dari tes umum, sedangkan IPA Terpadu dan IPS Terpadu tidak diujikan. TPA terdiri atas 75 soal dengan waktu ujian 1 jam, sedangkan IPA Terpadu dan IPS Terpadu terdiri atas 15 soal, yang merupakan bagian tes kemampuan IPA dan IPS dengan waktu ujian 1 jam.

Peserta

Peserta adalah lulusan IPA, IPS atau Bahasa dari SMA atau sederajat dan telah lulus ujian nasional pada tahun yang sama (hingga dua tahun sebelumnya) dengan penyelenggaraan SNMPTN. Misalnya pada tahun 2009, SNMPTN boleh diikuti lulusan IPA, IPS atau Bahasa dari SMA atau sederajat yang telah lulus ujian nasional pada tahun 2009, 2008 atau 2007. Peserta terbagi atas peserta jurusan IPA, IPS dan IPC. Masing-masing peserta IPA dan IPS mengikuti ujian hari kedua sesuai jurusannya, sementara peserta IPC harus mengikuti ujian kemampuan IPA dan IPS.

Biasanya calon peserta lulusan IPA dan ingin memilih jurusan perkuliahan yang noneksakta, maka calon peserta itu mengikuti ujian jurusan IPC. Padahal tidaklah harus demikian karena calon peserta itu dapat langsung memilih ujian jurusan IPS. Ini bergantung kepada pilihan-pilihan jurusan perkuliahan yang dipilih.

Tahun 2008

SNMPTN Tahun 2008 merupakan SNMPTN Pertama yang diadakan. Pendaftaran SNMPTN 2008 dilaksanakan mulai tanggal 16 Juni 2008, sedangkan pelaksanaan ujian jatuh pada tanggal 2-3 Juli 2008. Pengumuman hasil ujian dilakukan pada tanggal 1 Agustus 2008.

Sebanyak 308.000 peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) gagal seleksi. Sebab, 57 perguruan tinggi negeri (PTN) yang menjaring mahasiswa baru melalui SNMPTN hanya menyediakan 82.000 kursi, sedangkan peserta SNMPTN mencapai 390.000 orang. [1]

Tahun 2009

Pendaftaran SNMPTN tahun 2009 dimulai tanggal 16 Juni hingga 26 Juni 2009 dan ujiannya sendiri akan dilaksanakan pada hari Rabu dan Kamis, tanggal 1 Juli hingga 2 Juli 2009.

Berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, pada tahun 2009 bagi peserta yang tidak lulus ujian nasional masih diperbolehkan mengikuti SNMPTN sesuai syarat-syarat tertentu tetapi hal ini tidak berlaku bagi peserta yang memilih Institut Pertanian Bogor dalam pilihan SNMPTN.

Pengumuman SNMPTN untuk tahun 2009 dapat mulai dilihat di situs resmi SNMPTN pada hari Jumat, 31 Juli 2009 tengah malam.

Dengan jumlah peserta sebanyak 422.534 orang, SNMPTN kali ini menerima 92.511 calon mahasiswa yang terdiri dari 44.504 orang untuk jurusan IPA dan 48.007 orang dari jurusan IPS.

Tahun 2010

Pendaftaran SNMPTN tahun 2010 dimulai tanggal 2 Mei hingga 31 Mei 2010 bagi yang lulus ujian nasional utama 2010 dan lulus ujian nasional tahun 2008 dan 2009 dan tanggal 10 Juni hingga 12 Juni bagi yang lulus ujian nasional ulangan. Pendaftaran SNMPTN 2010 adalah pendaftaran SNMPTN pertama yang menggunakan sistem on-line.

Ujian tertulis SNMPTN akan dilaksanakan pada tanggal 16 Juni hingga tanggal 17 Juni 2010 dan ujian keterampilan pada tanggal 18 Juni hingga 19 Juni 2010.

Jumlah peserta sebanyak 447.107 orang memperebutkan daya tampung 80.000 kursi di 54 Perguruan Tinggi Negeri nasional. Dari peserta sebanyak itu, 142.710 orang mengikuti seleksi lewat jurusan IPA, 169.499 orang IPS, dan 134.898 orang lewat jalur IPC.

Pengumuman hasil SNMPTN yaitu pada tanggal 17 Juli 2010.

Tahun 2011

SNMPTN Tahun 2011 dilaksanakan melalui dua jalur seleksi, yakni Jalur Undangan dan Jalur Ujian Tertulis. Sistem seleksi ini didasarkan pada rapat Pengurus Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia. Pendaftaran SNMPTN dilaksanakan menggunakan sistem on-line.

Jalur Undangan

Untuk pertama kali, SNMPTN mengadakan jalur undangan. Seleksi jalur undangan diikuti oleh 257.064 orang. Dari 257.064 orang yang dapat mengikuti jalur undangan, 232.948 orang telah mendaftar dan memilih program studi di seluruh perguruan tinggi negeri (PTN). Jumlah ini sudah termasuk pelamar Program Beasiswa Bidik Misi (BM) sebanyak 70.020 orang dan 46.706 pelamar ditetapkan diterima masuk ke PTN tanpa mengikuti tes tulis. Setelah penghitungan kelulusan rampung, ditemukan sebanyak 10.561 kursi jalur undangan yang tidak terisi.

Jalur Ujian Tertulis

Tahapan pembayaran dan pendaftaran SNMPTN Jalur Ujian Tertulis 2011 jalur ujian tertulis dan keterampilan telah dilaksanakan pada tanggal 2-5 Mei 2011. Dari 551.117 siswa yang membeli PIN, hanya 540.928 peserta yang menggunakan PIN tersebut untuk mendaftar. Peserta yang menggunakan PIN tersebut untuk mendaftar berasal dari tiga kelompok program studi. Seperti IPA sebanyak 179.340 peserta, IPS 196.469 dan IPC 165.119. Sekitar 9.072 orang memilih tidak menggunakan PIN untuk menyelesaikan pendaftaran. Sedangkan berdasarkan tahun kelulusan, pendaftar SNMPTN 2011 jalur ujian tertulis terdiri dari kelulusan tahun 2009 sebanyak 12.469 siswa, tahun kelulusan 2010 sebanyak 67.848 siswa dan tahun kelulusan 2011 sebanyak 460.611 siswa.

Ujian tertulis dilaksanakan pada 31 Mei dan 1 Juni 2011 secara serentak di seluruh Indonesia yang akan dikoordinasi melalui 39 panitia lokal, menggunakan ruang ujian sebanyak 22.660 kelas dan melibatkan sedikitnya 45.320 pengawas ujian.

Tahun 2012

Seperti di Tahun 2011, SNMPTN Tahun 2012 dilaksanakan melalui dua jalur seleksi, yakni Jalur Undangan dan Jalur Ujian Tertulis. Sistem seleksi ini didasarkan pada rapat Pengurus Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia di Jakarta pada tanggal 14 Oktober 2011. SNMPTN Tahun 2012 juga menggabungkan teknis seleksi pemberian beasiswa Bidikmisi dari Direktorat Pendidikan Tinggi. Pendaftaran SNMPTN juga dilaksanakan menggunakan sistem on-line.

220px Logo SNMPTN 2012 Sekilas Tentang SNMPTN

magnify clip Sekilas Tentang SNMPTN

Logo SNMPTN 2012

Jalur Undangan

Pendaftaran Jalur Undangan dilakukan oleh Kepala Sekolah yang dimulai pada tanggal 1 Februari dan berakhir pada 29 Februari, sedangkan proses pendaftaran diselesaikan oleh siswa pada tanggal 1 Februari sampai dengan 8 Maret. Hasil Seleksi diumumkan pada 28 Mei, sedangkan pendaftaran ulang dilakukan mulai tanggal 12 Juni sampai dengan 13 Juni.

Untuk tahun 2012, jumlah peserta jalur undangan mencapai angka 236.811 orang yang termasuk 75.304 peserta bidik misi. Peserta jalur undangan yang diterima melalui jalur undangan mencapai 53.401 orang atau sekitar 22,55% dari peserta yang mendaftar. Dari 53.401 orang yang diterima melalui jalur undangan, 15.313 orang diterima dalam program Bidik Misi (sekitar 20,41% dari jumlah peserta yang diterima).[2]

Jalur Ujian Tertulis

Jalur Ujian Tertulis merupakan sistem seleksi mahasiswa baru perguruan tinggi negeri yang telah dilaksanakan seperti tahun-tahun sebelumnya. Jalur ujian tertulis menggunakan beberapa tes untuk mendapatkan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri untuk program sarjana (S-1). Pendaftaran jalur ini dilaksanakan mulai 10 Mei 2012 sampai dengan 2 Juni 2012, sedangkan pembayaran biaya pendaftaran dilaksanakan oleh Bank Mandiri sampai dengan 31 Mei 2012 pukul 23.59 WIB. Untuk dapat mendaftar, calon peserta harus menamatkan (lulus) di tahun 2012, 2011 atau 2010. Jumlah peserta yang mendaftar SNMPTN 2012 Jalur Ujian Tertulis mencapai 618.804 orang.[3]

Tes untuk ujian tertulis dilaksanakan pada tanggal 12 – 13 Juni 2012. TPA (Tes Potensi Akademik) dan TBSD (Tes Bidang Studi Dasar, yang mencangkup Matematika Dasar, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) diujikan pada hari pertama (12 Juni 2012). Pada hari kedua (13 Juni 2012), peserta mengerjakan kelompok soal yang berbeda sesuai dengan pendaftaran. Peserta kelompok IPA mengerjakan Tes Bidang Studi IPA yang mencangkup Matematika (IPA), Fisika, Kimia, dan Biologi. Peserta kelompok IPS mengerjakan Tes Bidang Studi IPS yang mencangkup Ekonomi, Geografi, Sosiologi, dan Sejarah. Sedangkan untuk kelompok IPC, mereka mengerjakan Tes Bidang Studi IPA dan Tes Bidang Studi IPS.

Peserta yang memilih jurusan tertentu, sesuai yang ditetapkan oleh universitas tujuan, diwajibkan untuk mengikuti ujian keterampilan yang dilaksanakan pada tanggal 14 – 15 Juni 2012.

Hasil ujian akan diumumkan pada hari Sabtu, 7 Juli 2012 mulai pukul 19.00 WIB dan dapat diakses di laman SNMPTN.

Materi Jalur Ujian Tertulis

Ujian Tertulis

Pengaturan waktu pelaksanaan tes bergantung pada panitia, yang biasanya didasarkan pada zona waktu ujian (WIB, WITA, atau WIT) dan regional ujian (regional I, regional II, regional III dan regional IV).

Ujian Keterampilan

Untuk jurusan perkuliahan tertentu seperti jurusan kinesiologi (ilmu olahraga) dan jurusan desain dan seni rupa, diadakan pula ujian ketiga yang merupakan keterampilan dasar bergantung kepada jurusan perkuliahan yang dipilih, contohnya masing-masing berupa ujian fisik dan ujian keterampilan seni rupa.

Pilihan ujian keterampilan yang dilaksanakan pada tahun 2012 adalah sebagai berikut:

  • Drama
  • Musik
  • Olah Raga
  • Sendratasik
  • Seni Rupa
  • Tari

Adapun pilihan ujian keterampilan tersebut tidak semua tersedia di masing-masing universitas. Oleh karena itu, peserta harus memilih tempat ujian keterampilan pada saat pendaftaran.

Ada baiknya para peserta ujian benar-benar telah mengetahui seluk beluk ujian sebelum memilih jurusan dalam SPMB, dengan bertanya langsung kepada perguruan tinggi yang dituju maupun bimbingan konseling pendidikan.

Referensi

  1. ^ http://nasional.kompas.com/read/2008/08/01/1111276/308.000.Orang.Gagal.SNMPTN
  2. ^ http://edukasi.kompas.com/read/2012/05/26/15081413/53.401.Siswa.Lolos.SNMPTN.Jalur.Undangan
  3. ^ http://edukasi.kompas.com/read/2012/06/12/11015066/Persaingan.SNMPTN.Tahun.Ini.Sangat.Ketat

Pranala luar

source : http://id.wikipedia.org/wiki/Seleksi_Nasional_Masuk_Perguruan_Tinggi_Negeri

 

Tip Trik Menghadapi SNMPTN

PendaftaranSNMPTN150510 1 Tip Trik Menghadapi SNMPTNPada tulisan kali ini, admin PTN-Online akan sedikit membahas masalah tips-tips memilih jurusan dalam pendaftaran SNMPTN nanti. Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa dalam mempersiapkan diri menuju ajang pesta seleksi terbesar bagi pemuda-pemudi Indonesia bukanlah hal yang mudah. Selain persiapan masalah keilmuan, mental, dan fisik, strategi juga merupakan faktor penting yang harus dipersiapkan mengingat pesaing kita yang jumlahnya tidak sedikit.

Ada banyak faktor “x” dalam SNMPTN nanti yang harus kita persiapkan. Oleh karena itu, dalam pendaftaran jurusan SNMPTN kita harus mempunyai opsi B yang juga sesuai dengan minat dan kemampuan kita. Dalam pemilihan jurusan kedua (yang selanjutnya kita sebut ‘opsi B’) tentu juga butuh banyak pertimbangan. Sebelum lebih jauh meneliti kira-kira kita berada pada level mana dalam batas lulus SNMPTN, ada baiknya kita memilah dulu jurusan-jurusan apa saja yang  teman2 minati. Karena, harus diakui tidak sedikit mahasiswa baru yang pada awal tahun merasa “salah tempat” dan karena sebab itulah mereka menjalani kuliah dengan terpaksa atau bahkan mengundurkan diri dari perguruan tinggi yang bersangkutan.

Setelah kita yakin dengan pilihan jurusan keminatan kita, silakan teman2 petakan tingkat kesulitan jurusan yang bersangkutan sesuai dengan levelnya masing-masing. Setelah itu, silakan pilih jurusan yang akan teman-teman isi pada pendaftaran SNMPTN nanti dengan memperhatikan kedua parameter berikut:

1. Keminatan

sudah jelas, apa yang menjadi fokus kita di masa perkuliahan adalah mengembangkan kemampuan kita yang lebih spesifik yang tentunya berbeda dengan orang lain. Oleh karena itu, patut dikesampingkan masalah keprofesian dari jurusan terkait terlebih dahulu agar kemampuan kita yang berbeda itu dapat dimaksimalkan.

2. Keahlian

Satu hal yang menarik dari jenjang perguruan tinggi adalah adanya mata kuliah keahlian, mata kuliah ini yang biasanya mendapat perhatian lebih bagi suatu perusahaan. Karena, ketika temen2 bekerja di suatu perusahaan, yang dituntut bukanlah bagaimana temen2 dapat mengajarkan suatu ilmu kepada para pegawai, namun apa kebisaan yang bisa temen2 berikan di perusahaan tersebut. oleh karena itu, ada baiknya jurusan yang temen-temen pilih adalah jurusan yang temen sukai bidang-bidang keahliannya.

Mungkin, itu beberapa hal yang menurut saya terkait dengan pilihan pertama temen-temen dalam mendaftar sebagai peserta SNMPTN. Namun, ada beberapa hal yang menurut saya juga patut diperhatikan dalam pemilihan jurusan SNMPTN khususnya untuk opsi B yang menjadi “pilihan cadangan” temen2. Seperti saya sudah sebutkan dalam tulisan di atas bahwa kita patut menyusun strategi jikalau pilihan pertama kita ternyata memiliki tingkat keketatan yang cukup tinggi pada SNMPTN kali ini. Satu hal yang perlu temen2 lakukan ialah memilih jurusan mana yang memiliki “bangku kosong” paling besar di jalur SNMPTN. Tentunya tanpa mengabaikan keminatan temen2 dari jurusan yang bersangkutan.

Saran admin untuk masalah opsi B ini, walaupun jurusan yang temen2 minati itu memiliki keketatan yang cukup rendah secara keseluruhan, namun diusahakan sedapat mungkin temen-temen masih memilih jurusan dari 5 universitas besar yang ada di Indonesia. Karena, universitas juga bukan hanya masalah keilmuan yang temen2 cari, melainkan juga organisasi dan pergerakan kemahasiswaan di Univesitas yang bersangkutan. Selain itu, nama besar PTN yang bersangkutan juga dapat menjadi legitimasi sederhana gambaran diri temen2 sebagai seorang mahasiswa, karena kuliah itu bukan hanya belajar mandiri melainkan juga masalah lingkungan dan atmosfer pendidikan dari PTN yang bersangkutan.

Sekian kira-kira saran dari saya terkait tips dan trik memilih jurusan yang akan temen2 pilih dalam pendaftaran SNMTPN nanti. Satu hal yang perlu diingat adalah jangan pernah berpikir keluar dari jurusan yang temen2 dapatkan dari SNMPTN karena belum tentu tahun depan temen2 akan dapatkan hal yang sama.

source : http://www.ptn-online.com/pendaftaran-snmptn/

Passing grade SNMPTN 2013

Passing Grade SNMPTN 2013

Berikut adalah Daftar Passing Grade SNMPTN Nasional 2013 dari web Infoedukasi.net

Data Passing grade SNMPTN untuk Kategori IPA dan IPS 2013

!~ untuk memudahkan pencarian jurusan/universitas, gunakan kolom pencarian (Ctrl+f) lalu ketik nama jurusan/Universitas yang diinginkan.

!~ passing grade dibawah ini berdasarkan sistem persenan (%)

Data prediksi passing grade terbaru (2012) [dikutip dari

I. INSTITUTE TEKNOLOGI BANDUNG (ITB)

JURUSAN IPA

  1. STEI–65,7%
  2. FTI–62,5%
  3. FTTM–59,8%
  4. FTMD–58,7%
  5. FTSL–56,5%
  6. SAPPK–55,2%
  7. SF–54,4%
  8. FITB–52,9%
  9. STIH-Sains–49,3%
  10. FMIPA–47,8%
  11. STIH-Rekayasa–39,8%

II. UNIVERSITAS INDONESIA (UI)

JURUSAN IPA

  1. Pendidikan Dokter – – UI (59,8%)
  2. Teknik Elektro – – UI (58,6%)
  3. Farmasi – – UI (58,4%)
  4. Teknik Kimia/TGP – – UI (57,4%)
  5. Teknik Industri – – UI (54%)
  6. Ilmu Komputer – – UI (52,8%)
  7. Teknik Mesin – UI (52%)
  8. Pendidikan Dokter Gigi – UI (51,2%)
  9. Teknik Metalurgi dan Material – UI (47,4%)
  10. Arsitektur – UI (47,2%)

JURUSAN IPS

  1. Akuntansi – UI (63,9%)
  2. Ilmu Hubungan Internasional – UI (63,1%)
  3. Manajemen – UI (61%)
  4. Psikologi – UI (60,6%)
  5. Ilmu Komunikasi – UI (58,3%)
  6. Ilmu Ekonomi – UI (56,4%)
  7. Ilmu Hukum – UI (56,2%)
  8. Sastra Inggris – UI (53,8%)
  9. Ilmu Administrasi Niaga – UI (52,9%)
  10. Sastra Perancis – UI (50,1%)
  11. Kriminologi – UI (49,6%)
  12. Ilmu Administrasi Negara – UI (49%)
  13. Ilmu Politik – UI (47,8%)
  14. Sastra Cina – UI (47,8%)
  15. Sastra Rusia – UI (46,7%
  16. Ilmu Administrasi Fiskal – UI (46,6%)
  17. Ilmu Filsafat – UI (46,6%)
  18. Sastra Jerman – UI (46,4%)
  19. Ilmu Kesejahteraan Sosial – UI (44,9%)
  20. Arkeologi – UI (44,7%)
  21. Sastra Jepang – UI (50,3%)
  22. Sosiologi – UI (44,5%)
  23. Sastra Arab – UI (43,8%)
  24. Ilmu Sejarah – UI (43,2%)
  25. Antropologi Sosial – UI (42%)

III. UNIVERSITAS GAJAH MADA (UGM)

JURUSAN IPA

  1. Pendidikan Dokter – UGM (59,3%)
  2. Teknik Elektro – UGM (57,4%)
  3. Ilmu Komputer – UGM (56,5%)
  4. Teknik Kimia – UGM (54,8%)
  5. Arsitektur – UGM (51,4%)
  6. Teknik Mesin – UGM (51,4%)
  7. Pendidikan Dokter Gigi – UGM (50%)
  8. Biologi – UGM (47,2%)

JURUSAN IPS

  1. Akuntansi – UGM (62,1%)
  2. Psikologi – UGM (58,7%)
  3. Ilmu Hubungan Internasional – UGM (58,5%)
  4. Manajemen – UGM (57,9%)
  5. Ilmu Komunikasi – UGM (57,4%)
  6. Sastra Inggris – UGM (56,6%)
  7. Ilmu Ekonomi – UGM (55,6%)
  8. Ilmu Hukum – UGM (54,1%)
  9. Ilmu Administrasi Negara – UGM (50,5%)
  10. Ilmu Pemerintahan – UGM (50,4%)
  11. Sastra Jepang – UGM (50%)
  12. Sastra Perancis – UGM (47,1%)

 

IV. INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER (ITS)

JURUSAN IPA

1. Teknik Informatika – ITS (59,5%)
2. Teknik Elektro – ITS (57,7%)
3. Teknik kimia – ITS (56,6%)
4. Teknik Industri – ITS (53,8%)
5. Teknik Lingkungan – ITS (52,4%)
6. Teknik Mesin – ITS (51,5%)
7. Sistem Informasi – ITS (47,4%)

V. UNIVERSITAS AIRLANGGA (UNAIR)

JURUSAN IPA

1. Pendidikan Dokter – UNAIR (58,6%)
2. Farmasi – UNAIR (53,8%)

JURUSAN IPS

1. Akuntansi – UNAIR (57,5%)
2. Ilmu Komunikasi – UNAIR (57,4%)
3. Psikologi – UNAIR (56,4%)
4. Manajemen – UNAIR (56%)
5. Ekonomi Pembangunan – UNAIR (51,1%)
6. Ilmu Hukum – UNAIR (50,7%)
7. Ilmu Administrasi Negara – UNAIR (48,5%)
8. Sastra Inggris – UNAIR (45,8%)
9. Ilmu Hubungan Internasional – UNAIR (47,9%)

 

VI. UNIVERSITAS PADJAJARAN (UNPAD)

JURUSAN IPA

1. Pendidikan Dokter – UNPAD (58%)
2. Farmasi – UNPAD (51,5%)
3. Pendidikan Dokter Gigi – UNPAD (47,8%)
4. Psikologi – UNPAD (47,7%)
5. Statistika – UNPAD (47,2%)

JURUSAN IPS

1. Akuntansi – UNPAD (61,2%)
2. Ilmu Komunikasi – UNPAD (59,4%)
3. Ilmu Hubungan Internasional – UNPAD (58,1%)
4. Manajemen – UNPAD (55,1%)
5. Ekonomi Pembangunan – UNPAD (54,2%)
6. Ilmu Administrasi Niaga – UNPAD (52,2%)
7. Ilmu Hukum – UNPAD (51,4%)
8. Ilmu Administrasi Negara – UNPAD (47,4%)
9. Sastra Inggris – UNPAD (46%)
10. Ilmu Pemerintahan – UNPAD (43%)

VII. UNIVERSITAS DIPONEGORO (UNDIP)

JURUSAN IPA

1. Pendidikan Dokter – UNDIP (57,5%)
2. Teknik Elektro – UNDIP (54,1%)
3. Teknik Industri – UNDIP (52,9%)
4. Arsitektur – UNDIP (49,2%)
5. Teknik Mesin – UNDIP (47,8%)

JURUSAN IPS

1. Akuntansi – UNDIP (55,2%)
2. Ilmu Komunikasi – UNDIP (51,6%)
3. Manajemen – UNDIP (51,5%)
4. Ilmu Hukum – UNDIP (48,8%)
5. Ilmu Pemerintahan – UNDIP (48,3%)
6. Ekonomi Pembangunan – UNDIP (44%)
7. Ilmu Administrasi Niaga – UNDIP (43%)

VIII. UNIVERSITAS SRIWIJAYA (UNSRI)

JURUSAN IPA

  1. Pendidikan Dokter – UNSRI (56,5%)
  2. Teknik Informatika – UNSRI (52,2%)
  3. Pendidikan Dokter Gigi – UNSRI (50,1%)

JURUSAN IPS

  1. Akuntansi – UNSRI (53,7%)
  2. Ilmu Hukum – UNSRI (50,7%)
  3. 3. Pend. B. Inggris – UNSRI (50,2%)

 

IX. UNIVERSITAS BRAWIJAYA (UB)

JURUSAN IPA

1. Pendidikan Dokter – UB (55,1%)
2. Teknik Elektro – UB (52,9%)
3. Arsitektur – UB (47,1%)

JURUSAN IPS

1. Akuntansi – UB (57,3%)
2. Manajemen – UB (54,5%)
3. Ilmu Administrasi Publik – UB (49,3%)
4. Ilmu Hukum – UB (48,3%)
5. Ilmu Administrasi Bisinis – UB (44,7%)
6. Ekonomi Pembangunan – UB (43,1%)
7. Sastra Inggris – UB (42,3%)

X. UNIVERSITAS SUMATRA UTARA (USU)

JURUSAN IPA

  1. Pendidikan Dokter – USU (55,1%)
  2. Farmasi – USU (53,2%)
  3. Pendidikan Dokter Gigi – USU (50,3%)
JURUSAN IPS
  1. 1Manajemen – USU (53,1%)
  2. Ekonomi Pembangunan – USU (52,5%)
  3. Ilmu Hukum – USU (51,2%)
  4. Sastra Inggris – USU (50,6%)
  5. Akuntansi – USU (50,5%)
  6. Ilmu Administrasi Negara – USU (50,2%)
XI. UNIVERSITAS ANDALAS
JURUSAN IPA
1. Pendidikan Dokter – UNAND (54,6%)
2. Farmasi – UNAND (51,4%)
JURUSAN IPS
1. Akuntansi – UNAND (53,9%)
2. Ilmu Hubungan Internasional – UNAND (52,2%)
3. Manajemen – UNAND (50,4%)
XII. UNIVERSITAS HASANUDIN (UNHAS)
JURUSAN IPA
1. Pendidikan Dokter – UNHAS (55,7%)
2. Farmasi – UNHAS (53,8%)
3. Pendidikan Dokter Gigi – UNHAS (50,6%)
JURUSAN IPS
1. Akuntansi – UNHAS (52,6%)
2. Manajemen – UNHAS (52,4%)
3. Ilmu Hubungan Internasional – UNHAS (51%)
4. Sastra Inggris – UNHAS (50,6%)
5. Ilmu Pemerintahan – UNHAS (50,2%)
6. Ilmu Hukum – UNHAS (50%)
XIII. UNIVERSITAS UDAYANA
JURUSAN IPA
1. Pendidikan Dokter – UNUD (52,5%)

JURUSAN IPS

1. Manajemen – UNUD (48,2%)
2. Akuntansi – UNUD (45,9%)

XIV. UNIVERSITAS 11 MARET SOLO

JURUSAN IPA
1. Pendidikan Dokter – UNS (57,2%)
2. Farmasi – UNS (56,4%)

JURUSAN IPS
1. Manajemen – UNS (54,9%)
2. Manajemen – Univ. 11 Maret Solo (53,9%)
3. Akuntansi – Univ. 11 Maret Solo (54,9%)
4. Desain Komunikasi Visual – Univ. 11 Maret Solo (55,7%)
5. Ilmu Administrasi Negara – Univ. 11 Maret Solo (53,5%)

XV. UNIVERSITAS LAMPUNG (UNILA)
JURUSAN IPS
1. Ilmu Komunikasi – UNILA (47,7%)
2. Ekonomi Pembangunan – UNILA (46,1%)
3. Ilmu Administrasi Niaga – UNILA (42,6%)
XVI. INSTITUT PERTANIAN BOGOR (IPB)
JURUSAN IPA
1.Ilmu Gizi – IPB (56,3%)
2.Teknologi Industri Pertanian-IPB (56,3 %)
3.Agribisnis – IPB (54,2%)
4.Ilmu Komputer – IPB (53,2%)
5.Teknologi Pangan – IPB (52,8%)
6.Manajemen – IPB (50,1%)
PASSING GRADE (DIBAWAH 50%) BEBERAPA PERGURUAN TINGGI NEGERI DI INDONESIA.  

INSTITUTE TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER (ITS)

JURUSAN IPA

1. Arsitektur – ITS (42.77%)
2. Biologi – ITS – (31.5%)
3. Desain Produk Industri – ITS (33.22%)
4. Fisika – ITS (35.69%)
5. Kimia – ITS (34.16%)
6. Matematika – ITS (36.11%)
7. Statistika – ITS (38.91%)
8. Teknik Elektro – ITS (49.13%)
9. Teknik Fisika – ITS (40.19%)
10. Teknik Geodesi – ITS (38.16%)
11. Teknik Industri – ITS (48.22%)
12. Teknik Informatika – ITS (49.94%)
13. Teknik Kelautan – ITS (42.47%)
14. Teknik Kimia – ITS (48.80%)
15. Teknik Lingkungan – ITS (39%)
16. Teknik Material – ITS (35.16%)
17. Teknik Mesin – ITS (44.27%)
18. Teknik Perkapalan – ITS (47.36%)
19. Teknik Sipil – ITS (45.33%)
20. Teknik Sistem Perkapalan – ITS (43.47%)

II. UNIVERSITAS AIRLANGGA

JURUSAN IPA

1. Biologi – UNAIR (31.80%)
3. Fisika – UNAIR (32.22%)
4. Kedokteran Hewan – UNAIR (36.25%)
5. Kesehatan Masyarakat – UNAIR (35.69%)
6. Kimia – UNAIR (32.30%)
7. Matematika – UNAIR (33.66%)
8. Pendidikan DokteR (Gigi – UNAIR (49%)

JURUSAN IPS

1. Antropologi Sosial – UNAIR (32.28%)
2. Ekonomi Akuntansi – UNAIR (46.81%)
3. Ekonomi Manajemen – UNAIR (44.40%)
4. Ekonomi Pembangunan – UNAIR (42.87%)
5. Ilmu Administrasi Negara – UNAIR (40.31%)
6. Ilmu Hubungan Internasional – UNAIR (43.21%)
7. Ilmu Hukum – UNAIR (39.5%)
8. Ilmu Komunikasi – UNAIR (41.75%)
9. Ilmu Politik – UNAIR (34.75%)
10. Ilmu Sejarah – UNAIR (31.71%)
11. Psikologi – UNAIR (39.62%)
12. Sastra Indonesia – UNAIR (31.03%)
13. Sastra Inggris – UNAIR (31.18%)
14. Sosiologi – UNAIR (32.12%)

III. UNIVERSITAS HASSANUDIN

JURUSAN IPA

1. Agronomi – UNHAS (29.02%)
2. Arsitektur – UNHAS (39.16%)
3. Biologi – UNHAS (28.77%)
4. Budi Daya Perairan – UNHAS (28.30%)
6. Fisika – UNHAS (29.16%)
7. Geofisika (Meteorologi) – UNHAS (36.66%)
8. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan – UNHAS (26.66%)
9. Ilmu Kelautan – UNHAS (33.83%)
10. Ilmu Tanah – UNHAS (29.16%)
11. Kesehatan Masyarakat – UNHAS (28.47%)
12. Kimia – UNHAS (27.77%)
13. Manajemen Hutan – UNHAS (28.05%)
14. Manajemen Sumber Daya Perairan – UNHAS (27.36%)
15. Matematika – UNHAS (29.16%)
16. Nutrisi dan Makanan Ternak – UNHAS (28.88%)
17. Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan – UNHAS (23.88%)
20. Produksi Ternak – UNHAS (27.36%)
21. Sastra Arab – UNHAS (24.53%)
22. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) – UNHAS (28.05%)
23. Sosial Ekonomi Peternakan – UNHAS (24.16%)
24. Statistika – UNHAS (33.38%)
25. Teknik Elektro – UNHAS (39.16%)
26. Teknik Geologi – UNHAS (34.52%)
27. Teknik Mesin – UNHAS (35.55%)
28. Teknik Perkapalan – UNHAS (39.86%)
29. Teknik Pertanian – UNHAS (31.33%)
30. Teknik Sipil – UNHAS (35.55%)
31. Teknologi Hasil Hutan – UNHAS (27.96%)
32. Teknologi Hasil Pertanian – UNHAS (34.44%)

JURUSAN IPS

1. Antropologi Sosial – UNHAS (30.31%)
2. Arkeologi – UNHAS (28.28%)
3. Ekonomi Akuntansi – UNHAS (43.75%)
4. Ekonomi Manajemen – UNHAS (41.18%)
5. Ekonomi Pembangunan – UNHAS (35.78%)
6. Ilmu Administrasi Negara – UNHAS (38.75%)
7. Ilmu Hubungan Internasional – UNHAS (38.90%)
8. Ilmu Hukum – UNHAS (33.75%)
9. Ilmu Komunikasi – UNHAS (33.15%)
10. Ilmu Pemerintahan – UNHAS (33.90%)
11. Ilmu Politik – UNHAS (29.75%)
12. Ilmu Sejarah – UNHAS (28.59%)
13. Sastra Daerah – Untuk Sast.Bugis (Makasar) – UNHAS (23.90%)
14. Sastra Indonesia – UNHAS (27.18%)
15. Sastra Inggris – UNHAS (29.34%)
16. Sastra Perancis – UNHAS (28.62%)
17. Sosiologi – UNHAS (30.09%)

IV. UNIVERSITAS UDAYANA

JURUSAN IPA

1. Arsitektur – UNUD (36.52%)
2. Biologi – UNUD (28.05%)
3. Fisika – UNUD (28.5%)
4. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan – UNUD (26.38%)
5. Kedokteran Hewan – UNUD (32.02%)
6. Kimia – UNUD (27.66%)
7. Nutrisi dan Makanan Ternak – UNUD (26.52%)
9. Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian – UNUD (26.38%)
10. Produksi Ternak – UNUD (27.5%)
11. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) – UNUD (27.36%)
12. Teknik Elektro – UNUD (39.16%)
13. Teknik Mesin – UNUD (35.36%)
14. Teknik Sipil – UNUD (33.66%)
15. Teknologi Hasil Pertanian – UNUD (29.30%)

JURUSAN IPS

1. Agronomi – UNUD (27.36%)
2. Arkeologi – UNUD (28.28%)
3. Ekonomi Akuntansi – UNUD (37.18%)
4. Ekonomi Manajemen – UNUD (39.37%)
5. Ekonomi Pembangunan – UNUD (37.03%)
6. Ilmu Hukum – UNUD (31.09%)
7. Ilmu Sejarah – UNUD (20.31%)
8. Ilmu Tanah – UNUD (27.63%)
9. Pariwisata Budaya D4 – UNUD (26.87%)
10. Sastra Daerah – Untuk Sastra Bali – UNUD (23.59%)
11. Sastra Daerah – Untuk Sastra Jawa – UNUD (22.81%)
12. Sastra Indonesia – UNUD (26.87%)
13. Sastra Inggris – UNUD (28.75%)
14. Seni Rupa Murni – UNUD (26.34%)

V. UNIVERSITAS MULAWARMAN

JURUSAN IPA

1. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan – UNMUL (23.47%)
2. Ilmu Tanah – UNMUL (28.61%)
3. Manajemen Hutan – UNMUL (23.22%)
4. Manajemen Sumber Daya Perairan – UNMUL (22.08%)
5. Pend. Biologi – UNMUL (25.41%)
6. Pend. Fisika – UNMUL (25.27%)
7. Pend. Kimia – UNMUL (24.72%)
8. Pend. Matematika – UNMUL (23.88%)
9. SosiaL Ekonomi Perikanan – UNMUL (21.66%)
10. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) – UNMUL (28.88%)
11. Teknologi Hasil Hutan – UNMUL (26.38%)

JURUSAN IPS

1. Agronomi – UNMUL (22.08%)
2. Budi Daya Perairan – UNMUL (26.36%)
3. Ekonomi Akuntansi – UNMUL (35.15%)
4. Ekonomi Manajemen – UNMUL (36.87%)
5. Ekonomi Pembangunan – UNMUL (35.46%)
6. Ilmu Administrasi Negara – UNMUL (31.56%)
7. Ilmu Pemerintahan – UNMUL (34.06%)
8. Ilmu Sosiatri – UNMUL (25.59%)
9. Pend. Bahasa & Sast.Indonesia dan Daerah – UNMUL (25.62%)
10. Pend. Bhs. Inggris – UNMUL (29.53%)
11. Pend. Ekonomi – UNMUL (24.53%)
12. Pend. Pancasila & Kewarganegaraan (PPKN) – UNMUL (24.84%)

VI. UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

JURUSAN IPA

1. Biologi – UNNESA (30.25%)
2. fisika – UNNESA (30.58%)
3. Ilmi Keolahragaan – UNNESA (29.64%)
4. Kimia – UNNESA (30.58%)
5. Matematika – UNNESA (30.68%)
6. Pend. Biologi – UNNESA (28.05%)
7. Pend. Fisika – UNNESA (27.01%)
8. Pend. Teknik Bangunan – UNNESA (28%)
9. Pend. Teknik Elektro – UNNESA (30.63%)
10. Pend. Teknik Mesin – UNNESA (30.15%)
11. Teknik Elektro D3 – UNNESA (28%)
12. Teknik Mesin D3 – UNNESA (29.62%)
13. Teknik Sipil D3 – UNNESA (27.62%)
14. Pend. Kimia – UNNESA (27.69%)
15. Pend. Matematika – UNNESA (27.72%)

JURUSAN IPS

1. Bahasa dan Sastra Indonesia – UNNESA (29.41%)
2. Bahasa dan Sastra Inggris – UNNESA (29.41%)
3. Bimbingan dan Konseling – UNNESA (25.75%)
4. Pend. Bahasa & Sast.Indonesia dan Daerah – UNNESA (28.66%)
5. Pend. Bhs. Inggris – UNNESA (31.97%)
6. Pend. Bhs. Jepang – UNNESA (29.03%)
7. Pend. Bhs. Jerman – UNNESA (29.44%)
8. Pend. Ekonomi – UNNESA (29.06%)
9. Pend. Geografi – UNNESA (30.43%)
10. Pend. Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi – UNNESA (28.19%)
11. Pend. Kepelatihan Olahraga – UNNESA (28.63%)
12. Pend. Kesejahteraan Keluarga – UNNESA (27.63%)
13. Pend. Luar Biasa – UNNESA (27.41%)
14. Pend. Luar Sekolah – UNNESA (27.63%)
15. Pend. Pancasila & Kewarganegaraan (PPKN) – UNNESA (29.44%)
16. Pend. Sejarah – UNNESA (29.34%)
17. Pend. Seni Drama, Tari dan Musik – UNNESA (28.97%)
18. Pend. Seni Rupa – UNNESA (28.41%)
19. Teknologi Pendidikan – UNNESA (28.69%)

VII. UNIVERSITAS NUSA CENDANA

JURUSAN IPA

1. Agronomi – UNDANA (21.64%)
2. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan – UNDANA (22.47%)
3. Ilmu Tanah – UNDANA (25.36%)
4. Nutrisi dan Makanan Ternak – UNDANA (22.05%)
5. Pend. Biologi – UNDANA (22.77%)
6. Pend. Fisika D3 – UNDANA (20.80%)
7. Pend. Kimia – UNDANA (22.5%)
8. Pend. Matematika – UNDANA (25.27%)
9. Pend. Teknik Bangunan – UNDANA (24%)
10. Pend. Teknik Elektro – UNDANA (26.25%)
11. Pend. Teknik Mesin – UNDANA (29.15%)
12. Produksi Ternak – UNDANA (20.55%)
13. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) – UNDANA (23.33%)

VII. UNIVERSITAS CENDRAWASIH

JURUSAN IPA

1. Agronomi – UNCEN (22.08%)
2. Budi Daya Hutan – UNCEN (26.38%)
3. Pend. Biologi – UNCEN (22.77%)
4. Pend. Fisika – UNCEN (21.80%)
5. Pend. Kimia – UNCEN (22.5%)
6. Pend. Matematika – UNCEN (25.27%)
7. Produksi Ternak – UNCEN (27.77%)
8. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) – UNCEN (22.08%)
9. Teknik Sipil – UNCEN (31.66%)
10. Teknik Sipil D3 – UNCEN (29.41%)

JURUSAN IPS

1. Antropologi Sosial – UNCEN (27.03%)
2. Bimbingan dan Konseling – UNCEN (23.91%)
3. Ekonomi Manajemen – UNCEN (35.62%)
4. Ekonomi Pembangunan – UNCEN (33.75%)
5. Ilmu Administrasi Negara – UNCEN (30.46%)
6. Ilmu Administrasi Negara – UNCEN (26.34%)
7. Ilmu Administrasi Niaga – UNCEN (27.75%)
8. Ilmu Hukum – UNCEN (32.03%)
9. Ilmu Hukum – UNCEN (27.43%)
10. Ilmu Kesejahteraan Sosial – UNCEN (30.51%)
11. Pend. Bahasa & Sast.Indonesia dan Daerah – UNCEN (23.28%)
12. Pend. Bhs. Inggris – UNCEN (27.96%)
13. Pend. Bhs. Inggris – UNCEN (29.15%)
14. Pend. Ekonomi – UNCEN (24.84%)
15. Pend. Geografi – UNCEN (24.53%)
16. Pend. Geografi – UNCEN (24.53%)
17. Pend. Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi – UNCEN (23.28%)
18. Pend. Pancasila & Kewarganegaraa (PPKN) – UNCEN (24.84%)
19. Pend. Sejarah – UNCEN (25.46%)
20. Pend. Sejarah – UNCEN (26.71%)
21. Sosiologi – UNCEN (28.59%)

VIII. UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

JURUSAN IPA

1. Agronomi – UNLAN (27.36%)
2. Arsitektur – UNLAN (32.36%)
3. Budi Daya Hutan – UNLAN (27.36%)
4. Budi Daya Perairan – UNLAN (25.36%)
5. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan – UNLAN (26.52%)
6. Ilmu Tanah – UNLAN (28.75%)
7. Manajemen Hutan – UNLAN (23.5%)
8. Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan – UNLAN (23.88%)
9. Pend. Biologi – UNLAN (26.66%)
10. Pend. Kimia – UNLAN (23.47%)
11. Pend. Matematika – UNLAN (25.55%)
12. Pendidikan Dokter – UNLAN (36.80%)
13. Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian – UNLAN (23.88%)
14. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) – UNLAN (27.5%)
15. Teknik Sipil – UNLAN (31.76%)
16. Teknologi Hasil Hutan – UNLAN (27.16%)
17. Teknologi Hasil Perikanan – UNLAN (25.25%)

JURUSAN IPS

1. Ekonomi Akuntansi – UNLAN (38.43%)
2. Ekonomi Manajemen – UNLAN (37.65%)
3. Ekonomi Pembangunan – UNLAN (33.75%)
4. Ilmu Administrasi Negara – UNLAN (28.75%)
5. Ilmu Administrasi Niaga – UNLAN (28.75%)
6. Ilmu Hukum – UNLAN (29.21%)
7. Ilmu Pemerintahan – UNLAN (33.59%)
8. Pend. Bahasa & Sast.Indonesia dan Daerah – UNLAM (25.93%)
9. Pend. Bhs. Inggris – UNLAN (29.15%)
10. Pend. Ekonomi – UNLAN (25.78%)
11. Pend. Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi – UNLAN (23.28%)
12. Pend. Pancasila & Kewarganegaraan (PPKN) – UNLAN (24.84%)
13. Pend. Sejarah – UNLAN (26.71%)

IX. UNIVERSITAS HALUOLEO

JURUSAN IPA

1. Agronomi – UNHALU (20.54%)
2. Budi Daya Perairan – UNHALU (23.19%)
3. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan – UNHALU (21.47%)
4. Manajemen Sumber Daya Perairan – UNHALU (21.05%)
5. Pend. Biologi – UNHALU (21.77%)
6. Pend. Fisika – UNHALU (21.80%)
7. Pend. Kimia – UNHALU (22.5%)
8. Pend. Matematika – UNHALU (23.88%)
9. Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian – UNHALU (22.38%)
10. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) – UNHALU (22.08%)
11. Teknik Elektro D3 – UNHALU (26%)
12. Teknik Mesin D3 – UNHALU (28.62%)
13. Teknik Sipil D3 – UNHALU (26.62%)

JURUSAN IPS

1. Antropologi Sosial – UNHALU (25.71%)
2. Ekonomi Akuntansi – UNHALU (33.15%)
3. Ekonomi Manajemen – UNHALU (32.53%)
4. Ekonomi Pembangunan – UNHALU (31.03%)
5. Ilmu Administrasi Negara – UNHALU (25.34%)
6. Ilmu Komunikasi – UNHALU (32.21%)
7. Pend. Bahasa & Sast.Indonesia dan Daerah – UNHALU (23.28%)
8. Pend. Bhs. Inggris – UNHALU (27.96%)
9. Pend. Ekonomi – UNHALU (23.84%)
10. Pend. Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi – UNHALU (23.28%)
11. Pend. Pancasila & Kewarganegaraan (PPKN) – UNHALU (23.84%)
12. Pend. Sejarah – UNHALU (24.46%)
13. Psikologi Pendidikan – UNHALU (?)
14. Sosiologi – UNHALU (27.59%)

X. UNIVERSITAS SAM RATULANGI

JURUSAN IPA

1. Agronomi – UNSRAT (27.5%)
2. Arsitektur – UNSRAT (32.36%)
3. Budi Daya Perairan – UNSRAT (24.36%)
4. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan – UNSRAT (26.52%)
5. Ilmu Kelautan – UNSRAT (31.30%)
6. Ilmu Tanah – UNSRAT (27.5%)
7. Manajemen Sumber Daya Perairan – UNSRAT (23.05%)
8. Nutrisi dan Makanan Ternak – UNSRAT (27.5%)
9. Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan – UNSRAT (23.75%)
10. Pendidikan Dokter – UNSRAT (37.80%)
11. Produksi Ternak – UNSRAT (23.88%)
12. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) – UNSRAT (27.5%)
13. Sosial Ekonomi Peternakan – UNSRAT (24.72%)
14. Teknik Elektro – UNSRAT (39.02%)
15. Teknik Mesin – UNSRAT (33.33%)
16. Teknik Pertanian – UNSRAT (28.61%)
17. Teknik Sipil – UNSRAT (32.66%)
18. Teknologi Hasil Perikanan – UNSRAT (24.25%)

JURUSAN IPS

1. Antropologi Sosial – UNSRAT (26.71%)
2. Ekonomi Akuntansi – UNSRAT (37.5%)
3. Ekonomi Manajemen – UNSRAT (37.65%)
4. Ekonomi Pembangunan – UNSRAT (34.53%)
5. Ilmu Administrasi Negara – UNSRAT (30.31%)
6. Ilmu Administrasi Niaga – UNSRAT (29.53%)
7. Ilmu Hukum – UNSRAT (33.59%)
8. Ilmu Komunikasi – UNSRAT (33.15%)
9. Ilmu Pemerintahan – UNSRAT (34.06%)
10. Ilmu Politik – UNSRAT (27.40%)
11. Ilmu Sejarah – UNSRAT (27.03%)
12. Sastra Indonesia – UNSRAT (25.62%)
13. Sastra Jepang – UNSRAT (27.66%)
14. Sastra Jerman – UNSRAT (27.53%)
15. Sosiologi – UNSRAT (29.21%)

XI. INSTITUT PERTANIAN BOGOR

JURUSAN IPA

  1. Agronomi dan hortikultura (49,8 %)
  2. Arsitektur lansekap (38,6%)
  3. Biokimia (42,7%)
  4. Biologi (44,3%)
  5. Ekonomi sumberdaya dan lingkungan (36,4%)
  6. Ilmu dan teknologi kelautan (36 %)
  7. Kimia (33,1%)
  8. Komunikasi dan pengembangan masyarakat (30,2%)
  9. Konservasi sumberdayahutan& ekowisata (32,3%)
  10. Manajemen hutan (29,3 %)
  11. Statistika (48 %)
  12. Teknik mesin dan biosistem (35,2%)
  13. Teknologi hasil hutan (39,5%)
  14. Nutrisi dan teknologi pakan (38,3%)
  15. Teknologi produksi ternak (32,2%)
  16. Teknik sipil dan lingkungan (32,7%)
  17. Teknologi & manajemen perikanan budidaya (33,1%)
  18. Ekonomi dan studi pembangunan (31,1%)
  19. Ekonomi syariah (30,5%)
  20. Manajemen sumberdaya lahan (33,4%)
  21. Proteksi tanaman (32,7%)
  22. Manajemen sumberdaya perairan (35,3%)
  23. Teknologi hasil perairan (36,3%)
  24. Teknologi & manajemen perikanan tangkap (33,3%)
  25. Silvikultur (32,2%)
  26. Meteorologi terapan (31,6%)
  27. Matematika (44,7%)
  28. Fisika (38,2%)
  29. Ilmu keluarga dan konsumen (31,3%)

XII.UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

JURUSAN IPA

  1. PENDIDIKAN MATEMATIKA – UPI (48,5%)
  2. PENDIDIKAN FISIKA– UPI (39,2%)
  3. PENDIDIKAN BIOLOGI– UPI (42,5%)
  4. PENDIDIKAN KIMIA– UPI (41,3%)
  5. PENDIDIKAN ILMU KOMPUTER– UPI (46,7%)
  6. MATEMATIKA– UPI (33,4%)
  7. FISIKA– UPI (35,5%)
  8. BIOLOGI– UPI (32,4%)
  9. KIMIA– UPI (33,2%)
  10. ILMU KOMPUTER– UPI (42,3%)
  11. PENDIDIKAN TEKNIK ARSITEKT– UPI (32,5%)UR
  12. PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN– UPI (31,4%)
  13. PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO– UPI (30,1%)
  14. PENDIDIKAN TEKNIK MESIN– UPI (33,2%)
  15. TEKNIK ELEKTRO– UPI (29,5%)
  16. PENDIDIKAN TEKNOLOGI AGRO INDUSTRI – UPI (30,1%)
  17. TEKNIK SIPIL– UPI (29,1%)
  18. INTERNATIONAL PROGRAM ON SCIENCE OF EDUCATION (IPSE) – UPI (31,3%)
  19. TEKNIK ARSITEKTUR– UPI (31,2%)

JURUSAN IPS

  1. ADMINISTRASI PENDIDIKAN – UPI (33,3%)
  2. BIMBINGAN DAN KONSELING – UPI (40,2%)
  3. PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH – UPI (33,4%)
  4. PENDIDIKAN LUAR BIASA – UPI (30,1%)
  5. TEKNOLOGI PENDIDIKAN – UPI (32,3%)
  6. PSIKOLOGI – UPI (38,7%)
  7. PKN– UPI (31,2%)
  8. PENDIDIKAN SEJARAH– UPI (30,3%)
  9. PENDIDIKAN GEOGRAFI – UPI (34,3%)
  10. ILMU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM – UPI (32,5%)
  11. MANAJEMEN RESORT DAN LEISURE – UPI (30,2%)
  12. MANAJEMEN PEMASARAN PARIWISATA – UPI (30,4%)
  13. MANAJEMEN INDUSTRI KATERING – UPI (31,7%)
  14. PENDIDIKAN BHS.DAN SASTRA INDONESIA – UPI (37,4%)
  15. PENDIDIKAN BAHASA DAERAH – UPI (36,3%)
  16. PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS – UPI (40,8%)
  17. PENDIDIKAN BAHASA ARAB– UPI (35,3%)
  18. PENDIDIKAN BAHASA JEPANG – UPI (35,5%)
  19. PENDIDIKAN BAHASA JERMAN – UPI (32,4%)
  20. PENDIDIKAN BAHASA PERANCIS– UPI (33,2%)
  21. BAHASA DAN SASTRA INGGRIS– UPI (38,3%)
  22. BAHASA DAN SASTRA INDONESIA – UPI (35,3%)
  23. PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA– UPI (29,3%)
  24. PENDIDIKAN TATA BOGA – UPI (28,2%)
  25. PENDIDIKAN TATA BUSANA– UPI (30,3%)
  26. PENDIDIKAN AKUNTANSI – UPI (36,8%)
  27. PENDIDIKAN MANAJEMEN BISNIS– UPI (36,2%)
  28. PENDIDIKAN MANAJEMEN PERKANTORAN – UPI (34,9%)
  29. PENDIDIKAN EKONOMI – UPI (38,3%)
  30. MANAJEMEN – UPI (42,3%)
  31. AKUNTANSI – UPI (40,6%)
  32. PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI– UPI (32,3%)
  33. PENDIDIKAN IPS– UPI (36,3%)
  34. PENDIDIKAN SOSIOLOGI– UPI (34,3%)
  35. PGSD KAMPUS CIBIRU– UPI (30,3%)
  36. PGPAUD KAMPUS CIBIRU– UPI (32,5%)
  37. PGSD KAMPUS SUMEDANG– UPI (28,3%)
  38. PGSD KAMPUS PURWAKARTA– UPI (26,3%)
  39. PGSD KAMPUS TASIKMALAYA– UPI (27,3%)
  40. PGSD KAMPUS SERANG– UPI (27,1%)
  41. PGSD KAMPUS BUMI SILIWANGI– UPI (29,3%)
  42. PGPAUD KAMPUS BUMI SILIWANGI– UPI (29,8%)
  43. ILMU KOMUNIKASI– UPI (24,3%)