Category Archives: snmptn

Sebanyak 159 SMA di Jateng Gagal Ikuti SNMPTN

Metrotvnews.com, Semarang: Sebanyak 159 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat di Jawa Tengah gagal mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 akibat tidak merampungkan proses isi pangkalan data.

“Kami mencatat ada sebanyak 1.692 sekolah di Jateng yang mendaftar pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS),” kata Ketua Tim Sosialisasi SNMPTN Universitas Negeri Semarang Sucipto Hadi Purnomo di Semarang, Selasa (12/2).

Dari data status pendaftaran sekolah di PDSS per 12 Februari 2013, Hadi menyebutkan dari seluruh sekolah di Jateng yang mendaftar, 1.533 sekolah sudah mengisi daftar di PDSS secara lengkap.

Sebanyak 159 sekolah, lanjut Hadi, belum menyelesaikan pengisian data di PDSS sehingga dipastikan gagal mengikutkan siswa pada SNMPTN, mengingat batas akhir pengisian PDSS jatuh pada Senin (11/2) pukul 22.00 WIB. Continue reading

Sekilas Tentang SNMPTN

Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau biasa disingkat SNM-PTN dulu dengan nama Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) adalah salah satu bentuk ujian penerimaan mahasiswa untuk perguruan tinggi negeri, selain program mandiri (melalui Ujian Mandiri) dan penyaluran minat dan bakat melalui sekolah-sekolah (PMDK). Ujian ini dilaksanakan selama dua hari dalam setiap tahunnya secara serentak di seluruh Indonesia.

Sejarah

Ujian ini pada awalnya disebut SKALU (Sekretariat Kerja sama antar Lima Universitas) yang pertama kali diadakan secara serentak oleh lima perguruan tinggi negeri pada tahun 1976. Ke lima PTN ini merupakan lima PTN paling diminati (favorit) oleh para calon mahasiswa. Perguruan tinggi negeri (PTN) yang terlibat dalam program rintisan itu adalah Universitas Indonesia di Jakarta, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta, dan Universitas Airlangga di Surabaya.

Dengan sistem ujian masuk secara serentak ini, para calon mahasiswa tidak perlu melakukan perjalanan jauh untuk menempuh beberapa ujian masuk perguruan tinggi negeri favorit pada waktu dan tempat yang berbeda untuk meningkatkan kemungkinan mereka diterima. Menurut Departemen Pendidikan Nasional), sistem ujian bersama ini bertujuan menolong para calon mahasiswa untuk menghemat waktu dan biaya walaupun sistem ini jelas mengakibatkan peluang seorang calon mahasiswa untuk memilih lebih dari satu PTN favorit menjadi hilang.

Pada 1977, sistem SKALU diperbaiki dengan mengharuskan mahasiswa memilih program studinya dan bukan hanya perguruan tinggi yang ingin dimasukinya. Atas pertimbangan jumlah PTN, standar dan lokasi, pada 1979 sistem ini dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak perguruan tinggi negeri, yang dibagi ke dalam tiga kategori.

Kategori pertama di beri nama Proyek Perintis 1 yang melibatkan 10 perguruan tinggi, yaitu kelima perguruan tinggi di atas ditambah dengan Universitas Padjadjaran di Bandung, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Brawijaya Malang, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, dan Universitas Sumatera Utara di Medan.

Di masyarakat luas, Proyek Perintis 1 ini lebih dikenal dengan nama SKASU (Sekretariat Kerja sama Antar Sepuluh Universitas). Dalam sistem ini, mahasiswa diizinkan memilih tiga program studi di tiga perguruan tinggi.

Setelah kategori pertama, IPB, UI, ITB, dan UGM menyelenggarakan penerimaan mahasiswa baru tanpa ujian yang dikenal dengan nama Proyek Perintis 2. Sementara itu, 23 perguruan tinggi negeri lainnya mengembangkan sistem yang mirip Proyek Perintis 1 dengan nama Proyek Perintis. Sedangkan kategori tiga, yaitu perintis tiga, merupakan seleksi pada 23 PTN lainnya dengan proyek perintis tiga. Pada saat yang sama, 10 IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan) mengembangkan sistem penerimaan dengan nama Proyek Perintis 4.

Tahun 1983, Depdiknas memutuskan mengadopsi sistem Proyek Perintis 1 dan 2 secara nasional dengan menghapus Proyek Perintis 3 dan 4. Sistem baru ini melibatkan semua perguruan tinggi negeri dan dikenal sebagai Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (Sipenmaru), sedangkan sistem penerimaan tanpa ujian dikenal dengan nama Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK). Tahun 1989, PMDK dihapus dan Sipenmaru berubah menjadi UMPTN. Sistem penerimaan mahasiswa baru yang disebut terakhir ini bertahan hingga 2001, menyusul keluarnya SK Mendiknas No 173/U/2001 dan berubah nama menjadi SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru).

Terbitnya Permendiknas No. 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Penerimaan Calon Mahasiswa Baru pada Perguruan Tinggi Negeri mengakibatkan perubahan sistem penerimaan mahasiswa baru pada jenjang S1 pada perguruan tinggi negeri yang cukup mendasar. Dengan peraturan ini, pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru secara terpusat dilaksanakan di bawah koordinasi Direktur Jendral Perguruan Tinggi (berdasarkan pasal 2, ayat 2). Hal inilah yang mengakibatkan perubahan SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) yang dilaksanakan terpusat, namun secara otonom, menjadi SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) yang dilaksanakan secara terpusat di bawah Direktur Jendral Perguruan Tinggi.

Mekanisme Seleksi

SNMPTN dilaksanakan dalam dua jalur, yaitu Jalur Undangan dan Jalur Ujian Tertulis.

Jalur Undangan

Berdasarkan informasi yang tertera pada website, Jalur Undangan merupakan sistem penjaringan berdasarkan prestasi akademis. Jalur Undangan dilaksanakan pertama kali pada tahun 2011. Panitia SNMPTN juga memberikan kepercayaan kepada sekolah untuk melakukan seleksi calon mahasiswa yang berprestasi akademik dan diharapkan menyelesaikan pendidikan tinggi dengan baik. Jalur Undangan merupakan mekanisme seleksi nasional berdasarkan penjaringan prestasi akademik tanpa ujian tertulis dan/atau keterampilan, namun tidak termasuk ke dalam jalur penelusuran minat dan bakat. Sistem seleksi dalam jalur undangan menggunakan nilai rapor dan piagam prestasi yang dimiliki oleh peserta.

Sistem seleksi dalam jalur undangan mengalami perbuahan selama pelaksaannya. Pada tahun 2011, sistem seleksi jalur undangan menggunakan diserahkan kepada sekolah dengan aturan yang telah ditetapkan oleh panitia dan sistem seleksi didasarkan pada kelas masing-masing siswa. Pada tahun 2012, sistem seleksi jalur undangan menggunakan sistem yang telah dibuat panitia, setelah nilai rapor seluruh siswa dikirimkan secara lengkap, maka akan keluar daftar nama yang dapat diajukan oleh kepala sekolah dan setelah itu, nama yang diajukan sekolah mendapatkan username dan password untuk melakukan pendaftaran lebih lanjut.

Jalur Ujian Tertulis

Jalur Ujian Tertulis menggunakan nilai hasil tes sebagai kriteria penerimaan siswa baru. Peserta jalur ujian tertulis terbagi ke dalam tiga kelompok, yaitu kelompok IPA, kelompok IPS dan kelompok IPC. Pembagian ini didasarkan atas persyaratan calon mahasiswa yang ditetapkan oleh universitas tujuan berdasarkan karakter dari masing-masing jurusan. Peserta yang memilih jalur ujian IPA dan IPS dapat memilih dua pilihan jurusan yang berbeda, sedangkan untuk IPC dapat memilih tiga jurusan yang berbeda – dengan minimal satu jurusan dalam kelompok IPA atau IPS. Semua peserta jalur ujian akan mengerjakan TPA (Tes Potensi Akademik) dan TBSD (Tes Bidang Studi Dasar, yang mencangkup Matematika Dasar, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) pada hari pertama. Pada hari kedua, peserta mengerjakan kelompok soal yang berbeda sesuai dengan pendaftaran. Peserta kelompok IPA mengerjakan Tes Bidang Studi IPA yang mencangkup Matematika (IPA), Fisika, Kimia, dan Biologi. Peserta kelompok IPS mengerjakan Tes Bidang Studi IPS yang mencangkup Ekonomi, Geografi, Sosiologi, dan Sejarah. Sedangkan untuk kelompok IPC, mereka mengerjakan Tes Bidang Studi IPA dan Tes Bidang Studi IPS. Peserta yang memilih jurusan tertentu, sesuai yang ditetapkan oleh universitas tujuan, diwajibkan untuk mengikuti ujian keterampilan.

Materi Ujian Tertulis mengalami perubahan dari tahun ke tahun. SNMPTN 2008 menggunakan tes IPA Terpadu di dalam Kemampuan IPA dan tes IPS Terpadu di dalam Kemampuan IPS. Sedangkan pada SNMPTN 2009, TPA (Tes Potensi Akademik) merupakan bagian dari tes umum, sedangkan IPA Terpadu dan IPS Terpadu tidak diujikan. TPA terdiri atas 75 soal dengan waktu ujian 1 jam, sedangkan IPA Terpadu dan IPS Terpadu terdiri atas 15 soal, yang merupakan bagian tes kemampuan IPA dan IPS dengan waktu ujian 1 jam.

Peserta

Peserta adalah lulusan IPA, IPS atau Bahasa dari SMA atau sederajat dan telah lulus ujian nasional pada tahun yang sama (hingga dua tahun sebelumnya) dengan penyelenggaraan SNMPTN. Misalnya pada tahun 2009, SNMPTN boleh diikuti lulusan IPA, IPS atau Bahasa dari SMA atau sederajat yang telah lulus ujian nasional pada tahun 2009, 2008 atau 2007. Peserta terbagi atas peserta jurusan IPA, IPS dan IPC. Masing-masing peserta IPA dan IPS mengikuti ujian hari kedua sesuai jurusannya, sementara peserta IPC harus mengikuti ujian kemampuan IPA dan IPS.

Biasanya calon peserta lulusan IPA dan ingin memilih jurusan perkuliahan yang noneksakta, maka calon peserta itu mengikuti ujian jurusan IPC. Padahal tidaklah harus demikian karena calon peserta itu dapat langsung memilih ujian jurusan IPS. Ini bergantung kepada pilihan-pilihan jurusan perkuliahan yang dipilih.

Tahun 2008

SNMPTN Tahun 2008 merupakan SNMPTN Pertama yang diadakan. Pendaftaran SNMPTN 2008 dilaksanakan mulai tanggal 16 Juni 2008, sedangkan pelaksanaan ujian jatuh pada tanggal 2-3 Juli 2008. Pengumuman hasil ujian dilakukan pada tanggal 1 Agustus 2008.

Sebanyak 308.000 peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) gagal seleksi. Sebab, 57 perguruan tinggi negeri (PTN) yang menjaring mahasiswa baru melalui SNMPTN hanya menyediakan 82.000 kursi, sedangkan peserta SNMPTN mencapai 390.000 orang. [1]

Tahun 2009

Pendaftaran SNMPTN tahun 2009 dimulai tanggal 16 Juni hingga 26 Juni 2009 dan ujiannya sendiri akan dilaksanakan pada hari Rabu dan Kamis, tanggal 1 Juli hingga 2 Juli 2009.

Berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, pada tahun 2009 bagi peserta yang tidak lulus ujian nasional masih diperbolehkan mengikuti SNMPTN sesuai syarat-syarat tertentu tetapi hal ini tidak berlaku bagi peserta yang memilih Institut Pertanian Bogor dalam pilihan SNMPTN.

Pengumuman SNMPTN untuk tahun 2009 dapat mulai dilihat di situs resmi SNMPTN pada hari Jumat, 31 Juli 2009 tengah malam.

Dengan jumlah peserta sebanyak 422.534 orang, SNMPTN kali ini menerima 92.511 calon mahasiswa yang terdiri dari 44.504 orang untuk jurusan IPA dan 48.007 orang dari jurusan IPS.

Tahun 2010

Pendaftaran SNMPTN tahun 2010 dimulai tanggal 2 Mei hingga 31 Mei 2010 bagi yang lulus ujian nasional utama 2010 dan lulus ujian nasional tahun 2008 dan 2009 dan tanggal 10 Juni hingga 12 Juni bagi yang lulus ujian nasional ulangan. Pendaftaran SNMPTN 2010 adalah pendaftaran SNMPTN pertama yang menggunakan sistem on-line.

Ujian tertulis SNMPTN akan dilaksanakan pada tanggal 16 Juni hingga tanggal 17 Juni 2010 dan ujian keterampilan pada tanggal 18 Juni hingga 19 Juni 2010.

Jumlah peserta sebanyak 447.107 orang memperebutkan daya tampung 80.000 kursi di 54 Perguruan Tinggi Negeri nasional. Dari peserta sebanyak itu, 142.710 orang mengikuti seleksi lewat jurusan IPA, 169.499 orang IPS, dan 134.898 orang lewat jalur IPC.

Pengumuman hasil SNMPTN yaitu pada tanggal 17 Juli 2010.

Tahun 2011

SNMPTN Tahun 2011 dilaksanakan melalui dua jalur seleksi, yakni Jalur Undangan dan Jalur Ujian Tertulis. Sistem seleksi ini didasarkan pada rapat Pengurus Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia. Pendaftaran SNMPTN dilaksanakan menggunakan sistem on-line.

Jalur Undangan

Untuk pertama kali, SNMPTN mengadakan jalur undangan. Seleksi jalur undangan diikuti oleh 257.064 orang. Dari 257.064 orang yang dapat mengikuti jalur undangan, 232.948 orang telah mendaftar dan memilih program studi di seluruh perguruan tinggi negeri (PTN). Jumlah ini sudah termasuk pelamar Program Beasiswa Bidik Misi (BM) sebanyak 70.020 orang dan 46.706 pelamar ditetapkan diterima masuk ke PTN tanpa mengikuti tes tulis. Setelah penghitungan kelulusan rampung, ditemukan sebanyak 10.561 kursi jalur undangan yang tidak terisi.

Jalur Ujian Tertulis

Tahapan pembayaran dan pendaftaran SNMPTN Jalur Ujian Tertulis 2011 jalur ujian tertulis dan keterampilan telah dilaksanakan pada tanggal 2-5 Mei 2011. Dari 551.117 siswa yang membeli PIN, hanya 540.928 peserta yang menggunakan PIN tersebut untuk mendaftar. Peserta yang menggunakan PIN tersebut untuk mendaftar berasal dari tiga kelompok program studi. Seperti IPA sebanyak 179.340 peserta, IPS 196.469 dan IPC 165.119. Sekitar 9.072 orang memilih tidak menggunakan PIN untuk menyelesaikan pendaftaran. Sedangkan berdasarkan tahun kelulusan, pendaftar SNMPTN 2011 jalur ujian tertulis terdiri dari kelulusan tahun 2009 sebanyak 12.469 siswa, tahun kelulusan 2010 sebanyak 67.848 siswa dan tahun kelulusan 2011 sebanyak 460.611 siswa.

Ujian tertulis dilaksanakan pada 31 Mei dan 1 Juni 2011 secara serentak di seluruh Indonesia yang akan dikoordinasi melalui 39 panitia lokal, menggunakan ruang ujian sebanyak 22.660 kelas dan melibatkan sedikitnya 45.320 pengawas ujian.

Tahun 2012

Seperti di Tahun 2011, SNMPTN Tahun 2012 dilaksanakan melalui dua jalur seleksi, yakni Jalur Undangan dan Jalur Ujian Tertulis. Sistem seleksi ini didasarkan pada rapat Pengurus Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia di Jakarta pada tanggal 14 Oktober 2011. SNMPTN Tahun 2012 juga menggabungkan teknis seleksi pemberian beasiswa Bidikmisi dari Direktorat Pendidikan Tinggi. Pendaftaran SNMPTN juga dilaksanakan menggunakan sistem on-line.

220px Logo SNMPTN 2012 Sekilas Tentang SNMPTN

magnify clip Sekilas Tentang SNMPTN

Logo SNMPTN 2012

Jalur Undangan

Pendaftaran Jalur Undangan dilakukan oleh Kepala Sekolah yang dimulai pada tanggal 1 Februari dan berakhir pada 29 Februari, sedangkan proses pendaftaran diselesaikan oleh siswa pada tanggal 1 Februari sampai dengan 8 Maret. Hasil Seleksi diumumkan pada 28 Mei, sedangkan pendaftaran ulang dilakukan mulai tanggal 12 Juni sampai dengan 13 Juni.

Untuk tahun 2012, jumlah peserta jalur undangan mencapai angka 236.811 orang yang termasuk 75.304 peserta bidik misi. Peserta jalur undangan yang diterima melalui jalur undangan mencapai 53.401 orang atau sekitar 22,55% dari peserta yang mendaftar. Dari 53.401 orang yang diterima melalui jalur undangan, 15.313 orang diterima dalam program Bidik Misi (sekitar 20,41% dari jumlah peserta yang diterima).[2]

Jalur Ujian Tertulis

Jalur Ujian Tertulis merupakan sistem seleksi mahasiswa baru perguruan tinggi negeri yang telah dilaksanakan seperti tahun-tahun sebelumnya. Jalur ujian tertulis menggunakan beberapa tes untuk mendapatkan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri untuk program sarjana (S-1). Pendaftaran jalur ini dilaksanakan mulai 10 Mei 2012 sampai dengan 2 Juni 2012, sedangkan pembayaran biaya pendaftaran dilaksanakan oleh Bank Mandiri sampai dengan 31 Mei 2012 pukul 23.59 WIB. Untuk dapat mendaftar, calon peserta harus menamatkan (lulus) di tahun 2012, 2011 atau 2010. Jumlah peserta yang mendaftar SNMPTN 2012 Jalur Ujian Tertulis mencapai 618.804 orang.[3]

Tes untuk ujian tertulis dilaksanakan pada tanggal 12 – 13 Juni 2012. TPA (Tes Potensi Akademik) dan TBSD (Tes Bidang Studi Dasar, yang mencangkup Matematika Dasar, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) diujikan pada hari pertama (12 Juni 2012). Pada hari kedua (13 Juni 2012), peserta mengerjakan kelompok soal yang berbeda sesuai dengan pendaftaran. Peserta kelompok IPA mengerjakan Tes Bidang Studi IPA yang mencangkup Matematika (IPA), Fisika, Kimia, dan Biologi. Peserta kelompok IPS mengerjakan Tes Bidang Studi IPS yang mencangkup Ekonomi, Geografi, Sosiologi, dan Sejarah. Sedangkan untuk kelompok IPC, mereka mengerjakan Tes Bidang Studi IPA dan Tes Bidang Studi IPS.

Peserta yang memilih jurusan tertentu, sesuai yang ditetapkan oleh universitas tujuan, diwajibkan untuk mengikuti ujian keterampilan yang dilaksanakan pada tanggal 14 – 15 Juni 2012.

Hasil ujian akan diumumkan pada hari Sabtu, 7 Juli 2012 mulai pukul 19.00 WIB dan dapat diakses di laman SNMPTN.

Materi Jalur Ujian Tertulis

Ujian Tertulis

Pengaturan waktu pelaksanaan tes bergantung pada panitia, yang biasanya didasarkan pada zona waktu ujian (WIB, WITA, atau WIT) dan regional ujian (regional I, regional II, regional III dan regional IV).

Ujian Keterampilan

Untuk jurusan perkuliahan tertentu seperti jurusan kinesiologi (ilmu olahraga) dan jurusan desain dan seni rupa, diadakan pula ujian ketiga yang merupakan keterampilan dasar bergantung kepada jurusan perkuliahan yang dipilih, contohnya masing-masing berupa ujian fisik dan ujian keterampilan seni rupa.

Pilihan ujian keterampilan yang dilaksanakan pada tahun 2012 adalah sebagai berikut:

  • Drama
  • Musik
  • Olah Raga
  • Sendratasik
  • Seni Rupa
  • Tari

Adapun pilihan ujian keterampilan tersebut tidak semua tersedia di masing-masing universitas. Oleh karena itu, peserta harus memilih tempat ujian keterampilan pada saat pendaftaran.

Ada baiknya para peserta ujian benar-benar telah mengetahui seluk beluk ujian sebelum memilih jurusan dalam SPMB, dengan bertanya langsung kepada perguruan tinggi yang dituju maupun bimbingan konseling pendidikan.

Referensi

  1. ^ http://nasional.kompas.com/read/2008/08/01/1111276/308.000.Orang.Gagal.SNMPTN
  2. ^ http://edukasi.kompas.com/read/2012/05/26/15081413/53.401.Siswa.Lolos.SNMPTN.Jalur.Undangan
  3. ^ http://edukasi.kompas.com/read/2012/06/12/11015066/Persaingan.SNMPTN.Tahun.Ini.Sangat.Ketat

Pranala luar

source : http://id.wikipedia.org/wiki/Seleksi_Nasional_Masuk_Perguruan_Tinggi_Negeri

 

Kebijakan Inti SNMPTN 2013

eleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 mengalami sejumlah perubahan mekanisme dibanding tahun sebelumnya.

Berikut sejumlah perubahan itu:
1. Peserta SNMPTN tidak dipungut biaya pendaftaran. Peminat melalui jalur bidik misi maupun jalur umum. Biaya pendaftaran seleksi tahun lalu Rp150.000 sampai Rp200.000.
2. Seleksi pada 2013 juga didasarkan nilai rapor dan hasil Ujian Nasional plus prestasi lain.

3. Siswa bisa ikut SNMPTN bila belajar di sekolah yang memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan mengisikan data sekolah dan prestasi siswa di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

4. Pengisian PDSS mulai 17 Desember 2012-8 Februari 2013 dan selanjutnya diisikan secara berkala setiap akhir semester.

5. Jumlah calon mahasiswa peserta SNMPTN 2012 jalur undangan terdaftar 236.811 yang diterima 53.401. Sementara Tertulis yang daftar 618.812 , sebanyak 118.233 diterima. Total penerimaan dari undangan dan tertulis sebesar 171.634. Untuk target total penerimaan 2013 itu sebesar 150.000 peserta.

6. Komposisi SNMPTN 2013 itu sebesar 60% untuk seluruh Indonesia dan seleksi jalur mandiri dengan kuota sebanyak 40%.

7. Kemendikbud mengalokasikan dana sekitar Rp100 miliar dalam APBN 2013 untuk keperluan SNMPTN 2013.

8. Akreditasi sekolah menentukan jumlah siswa yang boleh mendaftar misalnya sekolah terakreditasi A kuota sebesar 50%, B sejumlah 35%, C sebanyak 15% atau bahkan 5%

source : http://www.solopos.com/2012/12/12/ini-dia-8-kebijakan-inti-snmptn-2013-356958

TPA SNMPTN

TPA adalah kependekan dari Tes Potensi Akademik yaitu tes yang digunakan untuk mengukur potensi keberhasilan seseorang untuk melanjutkan pendidikan atau mengkur kelayakan seseorang untuk menempati suatu jabatan/golongan yang membutuhkan kemampuan akademis memadai. Menurut Dr. Yul Iskandar, Director of Institute of Cognitive Research, TPA adalah tes untuk mengukur kemungkinan keberhasilan siswa, seandainya siswa diterima di Perguruan Tinggi.

“Artinya, kalau siswa lulus TPA dengan skor tertentu, berarti siswa ini bisa menyelesaikan studi dengan baik selama kuliah di Perguruan Tinggi,” kata Yul Iskandar.

Tujuan utama Tes Potensi Akademik adalah untuk mengukur kemampuan seseorang di bidang akademik umum. Tes ini juga sering diidentikkan dengan tes kecerdasan seseorang. Di Indonesia, ini juga identik dengan tes GRE dan GMAT yang sudah menjadi standar internasional. TPA (Tes Potensi Akademik) ekuivalen dengan TBS (Tes Bakat Skolastik), TKU (Tes Kemampuan Umum) atau TKA (Tes Kemampuan Akademik) yang juga serupa dengan SAT (Scholastic Aptitude Test), GRE (Graduate Record Examination) dan GMAT (Graduate Management Admission Test) karena soal-soal TPA memang kombinasi antara ketiga-tiganya.

trans TPA SNMPTN

Saat ini, Tes Potensi Akademik dijadikan sebagai salah satu tes standar menerimaan di perguruan tinggi untuk jenjang S2 dan S3. Mulai tahun 2009, SPMB yang berubah nama menjadi SNMPTN menyertakan TPA sebagai bagian dari alat seleksi yang bahkan langsung mendapat porsi penilaian paling besar, yaitu mencapai 30%.

Selain itu, TPA juga dipergunakan secara luas sebagai tes standar penyaringan calon pegawai negeri sipil (CPNS), maupun pegawai swasta. Bahkan kenaikan pangkat setingkat manajer juga seringkali mempersyaratkan tes TPA dengan skor minimum tertentu.

Skor yang ditetapkan sebagai alat ukur keberhasilan TPA pada masing-masing penyelenggara berbeda-beda. Skor yang biasa digunakan dan diakui secara Internasinonal adalah yang diselenggarakan OTO BAPPENAS bekerja sama dengan beberapa PTN, yakni antara 200 – 800.

Siswa dianggap mempunyai kemampuan rata-rata, kalau mampu mencapai skor 500. Hasil penelitian para ahli, siswa yang mempunyai skor TPA lebih tinggi pada umumnya menyelesaikan studi di Perguruan Tinggi lebih cepat dibandingkan dengan siswa yang mempunyai skor yang lebih rendah.

Materi soal TPA umumnya terdiri dari 3 subtest yaitu:

1. Kemampuan Verbal (tes persamaan kata, tes lawan kata, dan analogi verbal)

2. Kemampuan Kuantitatif (tes number, tes seri, tes aritmetik, dan logika aritmetika)

3. Kemampuan Penalaran (logika formal, analitis, keruangan (spasial), dan penalaran logis)

Menurut Dr. Yul Iskandar, setiap subtes memiliki skor 20 – 80, so, skor total didiperoleh dari penjumlahan skor ketiga subtes tersebut dibagi 3 dan dikalikan 10. Menurut Dr Yull iskandar pula, peserta tes yang pernah melihat/berlatih soal TPA umumnya mempunyai skor yang lebih tinggi dibandingkan dengan peserta yang tidak pernah berlatih soal-soal TPA. Ini berarti bahwa dengan berlatih mengerjakan soal TPA dapat meningkatkan nilai TPA itu sendiri.

Apakah Anda akan menghadapi Tes Potensi Akademik?

Maka perbanyaklah latihan TPA dengan menggunakan bank soal TPA.

Tes yang Mengukur Kemampuan

Sedikitnya, Tes Potensi Akademik terdiri dari tiga jenis soal : Tes verbal atau bahasa, tes numerik (angka), tes logika penalaran (termasuk tes spasial atau gambar). Apa saja fungsinya?

Tes verbal berfungsi untuk mengukur kemampuan seseorang di bidang kata dan bahasa. Tes ini meliputi tes sinonim (persamaan kata), tes antonim (lawan kata), tes padanan hubungan kata, dan tes pengelompokan kata.

Tes angka berfungsi mengukur kemampuan seseorang di bidang angka, dalam rangka berpikir terstruktur dan logis matematis. Tes ini meliputi tes aritmetik (hitungan), tes seri angka, tes seri huruf, tes logika angka dan tes angka dalam cerita.

Tes logika berfungsi mengukur kemampuan seseorang dalam penalaran dan pemecahan persoalan secara logis atau masuk akal. Tes logika ini meliputi tes logika umum, tes analisa pernyataan dan kesimpulan (silogisme), tes logika cerita dan tes logika diagram.

Sedangkan tes spasial atau tes gambar, berfungsi mengukur daya logika ruang yang dimiliki seseorang. Tes ini meliputi antara lain tes padanan hubungan gambar, tes seri gambar, tes pengelompokan gambar, tes bayangan gambar dan tes identifikasi gambar.

Tahun 2013, SNMPTN Tulis Tidak Jadi Dihapus

Kuota Jalur Ujian Tulis 30 Persen, Jalur Undangan 50 Persen

JAKARTA – Rencana pemerintah menghapus seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNM PTN) jalur ujian tulis dibatalkan. Tahun depan 30 persen dari total kuota mahasiswa baru, sekitar 120 ribu kursi, dialokasikan untuk saringan SNM PTN jalur ujian tulis.

Skenario penghapusan SNM PTN jalur ujian tulis sempat mencuat setelah pelaksanaan SNM PTN 2012 beberapa waktu lalu. Saat itu, pemerintah membagi seleksi masuk kampus negeri hanya melewati SNM PTN jalur undangan sebesar 60 persen dari kuota mahasiswa baru nasional dan seleksi jalur mandiri sebesar 40 persen.

Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Rochmat Wahab menuturkan, skenario awal pembagian saringan masuk calom mahasiswa baru tadi sudah dikoreksi. “Aturan tadi tidak berpihak pada lulusan SMA yang lama (bukan tahun berjalan, red),” ujar dia.

Rochmat mengatakan, jika skema tadi dijalankan, maka yang berhak mengikuti SNM PTN jalur undangan hanya lulusan SMA tahun berjalan saja. “Ini tidak adil,” kata dia. Karena menutup kesempatan lulusan SMA dua tahun sebelumnya.

Akhirnya, komposisi seleksi masuk kampus negeri diperbaiki. Yaitu, kuota SNM PTN jalur undangan sebesar 50 persen, SNM PTN jalur ujian tulis sebesar 30 persen, dan jalur ujian mandiri (yang dilaksanakan masing-masing kampus) sebesar 20 persen.

Rochmat mengatakan, awalnya sempat muncul usulan jika kuota untuk SNM PTN jalur ujian tulis cukup sepuluh persen saja. Namun, usulan ini akhirnya tidak diterima. “Jadi ini sudah tetap. Kuota untuk SNM PTN jalur ujian tulis sebesar 30 persen,” katanya.

SNM PTN jalur ujian tulis ini tetap akan diikuti lulusan SMA tahun berjalan, hingga lulusan dua tahun sebelumnya. Dengan demikian, lulusan SMA yang lama masih memiliki peluang untuk masuk ke PTN melalui jalur SNM PTN.

Di bagian lain, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menuturkan, skema baru ini diharapkan berjalan dengan baik. “Kuota untuk SNM PTN jalur undangan yang kami tingkatkan menjadi 50 persen, jangan dianggap negatif,” kata dia setelah membuka Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) di Jakarta Selasa (9/10).

Ketika pemerintah meningkatkan alokasi untuk SNM PTN jalur undangan, yang menitikberatkan hasil rapor dan unas, banyak pihak yang merespon negatif. Menurut mereka, hasil evaluasi rapor dan unas tidak bisa untuk menjadi acuan pemetaan kemampuan calon mahasiswa.

“Sekarang yang mau menerima mahasiswa (PTN, red) menerima kok. Apakah yang protes itu yang akan menampung mahasiswa baru?” ujar menteri asal Surabaya itu.

Sumber: jpnn.com

Tahun 2013, SNMPTN Undangan Terbuka dan Gratis

JAKARTA, KOMPAS.com – Seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) jalur undangan yang selama ini terbatas bagi siswa berprestasi, pada tahun 2013 nanti terbuka  untuk semua siswa SMA sederajat.

Perubahan ini terkait dengan kebijakan pemerintah tentang seleksi mahasiswa baru perguruan tinggi negeri secara nasional, yang bebas biaya pendaftaran alias gratis.

Djoko Santoso, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemneterian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) di Jakarta, Minggu (8/7/2012), mengatakan, sebelumnya kuota 60 persen ini diisi melalui SNMPTN jalur undangan bagi siswa berprestasi, dan SNMPTN jalur tertulis yang terbuka bagi semua siswa.

Djoko menambahkan, biaya operasional panitia SNMPTN dibiayai pemerintah. Dengan demikian, pendaftar tidak dikenai biaya pendaftaran yang besarnya Rp 150.000-Rp 175.000.

Seperti diketahui, SNMPTN jalur undangan selama ini ditujukan bagi siswa yang berprestasi konsisten selama di bangku SMA/SMK sederajat. Siswa yang mendaftar harus direkomendasikan sekolah, dan jumlahnya sesuai status akreditasi sekolah.

Pada SNMPTN jalur undangan tahun ini, ditetapkan sekolah dengan akreditasi A bisa mengirim 50 persen siswa terbaiknya, yang berakreditasi B sebanyak 30 persen, dan berakreditasi C sebanyak 15 persen. Adapun sekolah baru yang belum terakreditasi, dibatasi hanya lima persen siswa terbaiknya.

“Nanti untuk yang kuota di SNMPTN jalur undangan terbuka buat semua siswa, tidak lagi dibatasi sesuai akreditasi sekolah. Cara ini supaya lebih banyak calon mahasiswa yang ikut jalur undangan,” kata Akhmaloka, Ketua Bidang Penerimaan Mahasiswa Baru Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia.

source : http://edukasi.kompas.com/read/2012/07/08/21112310/Tahun.2013..SNMPTN.Undangan.Terbuka.dan.Gratis

Daya Tampung SNMPTN 2012 Bertambah 10%

xzHOey88SX Daya Tampung SNMPTN 2012 Bertambah 10%

Suasana ujian tulis SNMPTN (Foto: dok. Unpad)

JAKARTA – Kabar gembira bagi para peserta ujian tulis Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2012. Pasalnya, seluruh rektor dari berbagai PTN di Nusantara sepakat untuk menambah daya tampung ujian tulis SNMPTN 2012 sebesar 10 persen atau sekira 15-16 ribu kursi secara nasional.

“Kami mengadakan pertemuan dengan seluruh rektor di Indonesia dan kami sepakat untuk menambah daya tampung ujian tulis SNMPTN kurang lebih 10 persen,” kata Ketua Panitia SNMPTN 2012 Akhmaloka di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Senayan, Jakarta Selatan, Senin (11/6/2012).

Mengenai jumlah pasti, lanjut Akhmaloka, belum dapat dikonfirmasi karena masih ada kemungkinan untuk terus berubah-ubah. “Masih harus didata program studi (prodi) yang akan ditambah daya tampungnya di tiap PTN. Sehingga jumlahnya masih belum bisa dipastikan,” ujar dia, yang juga menjabat sebagai Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh membenarkan adanya penambahan daya tampung di PTN tersebut. “Penambahan 10 persen tersebut adalah perhitungan secara nasional. Karena ada PTN yg bisa lebih atau kurang dari 10 persen. Diagregatkan secara nasional 10 persen,” ungkap M Nuh.

M Nuh menyebut, penambahan daya tampung SNMPTN jalur tulis diakibatkan karena meningkatnya jumlah pendaftar. “Kalau jumlah daya tampung diturunkan pasti banyak yang protes. Maka, melihat jumlah pendaftar yang meningkat, daya tampung pun ditambah,” tuturnya.

Tahun ini jumlah pendaftar jalur tulis SNMPTN sebanyak 618.804 orang. Jumlah ini meningkat 14 persen dari tahun lalu. Sementara daya tampung yang disediakan oleh 61 PTN se-Nusantara hanya 164.697 kursi.

“Penambahan sekira 16.500 kursi tentu akan meningkatkan probabilitas para peserta SNMPTN untuk masuk PTN. Sementara sekira 500 ribu yang belum lolos dapat mencoba di jalur mandiri maupun perguruan tinggi swasta (PTS),” kata mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya tersebut. (rhs)

source: http://kampus.okezone.com/read/2012/06/11/373/645365/daya-tampung-snmptn-2012-bertambah-10

Tip dan trik memilih jurusan di snmptn

Memilih jurusan kuliah bukan urusan yang mudah dan bukan persoalan yang sepele. Banyak faktor yang harus diperhitungkan dan dipikirkan masak-masak. Memilih secara tergesa-gesa tanpa memperhitungkan segala aspek akan berakibat fatal mulai dari kesadaran yang terlambat bahwa jurusan yang diambil tidak sesuai dengan kepribadian sampai pada drop out / DO atau dikeluarkannya seorang mahasiswa / mahasiswi karena dinyatakan tidak mampu mengikuti pendidikan yang diikutinya. Maka dari itu pemilihan jurusan sedini mungkin harus mulai dipertimbangkan. Salah pilih jurusan merupakan bencana dan kerugian yang besar bagi Anda di masa depan.
Cara memilih jurusan di Perguruan Tinggi yang baik:

1. Menyesuaikan Cita-Cita, Minat dan Bakat
Bagi yang telah memiliki cita-cita tertentu, maka lihatlah jurusan apa yang dapat membawa menuju profesi atau pekerjaan yang diinginkan tersebut. Janganlah memilih jurusan teknik geodesi jika Anda ingin menjadi seorang dokter ahli kandungan dan jangan pula memilih jurusan sastra jawa jika bercita-cita menjadi polisi.

Sesuaikan jurusan yang ingin diambil dengan minat dan bakat. Jika tidak menyukai hitung-hitungan janganlah mengambil jurusan matematika dan jika tidak menyukai menggambar jangan mengambil jurusan teknik sipil. Kemudian lihat bakat anda saat ini. Mengembangkan bakat yang sudah ada disertai dengan rasa suka dan cita-cita pada suatu jurusan studi akan menjadi pilihan yang tepat.

2. Informasi yang Sempurna

Carilah informasi yang banyak sebagai bahan pertimbangan anda untuk memilih jurusan. Cari dan gali informasi dari banyak sumber seperti orang tua, saudara, guru, teman, bimbel, tetangga, konsultan pendidikan, kakak kelas, teman mahasiswa, profesional, dan lain sebagainya. Jangan mudah terpengaruh dengan orang lain yang kurang menguasai informasi atau ikut-ikutan teman / trend.

Internet juga merupakan media yang tepat dan bebas untuk bertanya kepada orang-orang di dalamnya tentang apa yang ingin kita ketahui. Cari situs forum atau chating melalui messenger dengan orang yang dapat dipercaya. Semua informasi yang didapat dirangkum dan dijadikan bahan untuk membantu memilih jurusan.

3. Lokasi dan Biaya
Bagi orang yang hidup dalam ekonomi atas, memilih jurusan tidak akan menjadi masalah. Biaya yang nantinya harus ditanggung dapat diselesaikan dengan mudah baik dari pengeluaran studi, biaya hidup, lokasi tempat tinggal, dan lain sebagainya. Bagi masyarakat golongan menengah ke bawah, lokasi dan biaya merupakan masalah yang sangat diperhitungkan.

Jika dana yang ada terbatas maka pilihlah lokasi kuliah yang dekat dengan tempat tinggal atau lokasi luar kota yang memiliki biaya hidup yang rendah. Pilih juga tempat kuliah yang biaya pendidikan tidak terlalu tinggi. Jika dana yang ada nanti belum mencukupi, maka carilah beasiswa, keringanan, pekerjaan paruh waktu / freelance atau sponsor untuk mencukupi kebutuhan dana anda. Jangan jadikan pula uang sebagai faktor yang sangat menghambat masa depan Anda.

4. Daya Tampung Jurusan / Peluang Diterima
Perhatikan daya tampung suatu jurusan di PTN dan PTS favorit. Pada umumnya memiliki kuantitas yang terbatas dan diperebutkan oleh banyak orang. Jangan membebani diri anda dengan target untuk berkuliah di tempat tertentu dengan jurusan tertentu yang favorit. Anda bisa stres jika kehendak anda tidak terpenuhi. Buat banyak pilihan tempat kuliah beserta jurusannya.

Ukur kemampuan untuk melihat sejauh mana peluang menempati suatu jurusan di tempat favorit. Adanya seleksi massal yang murni seperti UMPTN, SPMB, Sipenmaru dan lain sebagainya dapat menjegal masa depan studi Anda jika tidak persiapkan dan diperhitungkan matang-matang. Pelajari soal-soal seleksi dan ikuti ujian try out sebagai percobaan Anda dalam mengukur kemampuan yang anda miliki.

Namun jangan terlalu minder dengan hasil yang didapat. Jika pada SPMB ada 2 jurusan yang dapat dipilih, pilih satu jurusan dan tempat yang Anda cita-citakan dan satu jurusan lain atau lokasi lain yang sesuai atau sedikit di bawah kemampuan Anda.

5. Masa Depan Karir dan Pekerjaan
Lihatlah ke depan setelah Anda lulus nanti. Apakah jurusan yang Anda ambil nanti dapat mengantar Anda untuk mendapatkan pekerjaan dan karir yang baik? Banyak jurusan-jurusan yang saat ini lulusannya menganggur tidak bekerja. Tidak hanya orang dari jurusan tertentu saja yang dapat bekerja pada suatu profesi, karena saat ini rekrutmen perusahaan dalam mencari tenaga kerja tidak melihat seseorang dari latar belakang pendidikan saja, namun juga pengalaman. Tetapi jika kompetensi, keberanian dan kemampuan anda jauh dari orang-orang normal, maka jurusan apapun yang Anda ambil sah-sah saja.

Biarkanlah hati dan akal sehat Anda bicara tanpa adanya campur tangan dari orang lain. Konsultasikan dengan orang tua dan orang lain yang anda percayai. Pemilihan jurusan kuliah sangat menentukan masa depan Anda. Selamat berjuang!

Jurusan SNMPTN berprospek 5 tahun mendatang

Mungkin referensi ini bisa menjadi acuan dalam pemilihan jurusan dalam snmptn, maupun um ugm, usm itb, maupun simak ui.

Banyak jurusan yang memiliki prospek baik di masa yang akan datang. Tentu saja kita sebaiknyan memilih jurusan-juran yang berprospek cerah tersebut. Itu kan menentukan masa depan anda. Karena memilih jurusan itu bukan seperti memilih baju yang bisa terus diganti baru jika kita tidak puas. Jurusan haruslah dipikirkan matang-matang. Dari segi ekonomi dan juga dari segi minat dan bakat anda. Kali ini yang dibahas adalah dari segi prospek di masa depan.

Meskipun memang jurusan-jurusan berikut sangat baik jika kita pilih. Namun, dalam pemilihan jurusan itu sebaiknya mengikuti minat dan bakat anda. Agar ketika kuliah tidak menjadi beban saat belajar. Misalnya bagi yang lemah hitungan tetapi masuk ke jurusan yang penuh hitungan. Tentu itu akan membuat anda sangat terbebani dalam menjalani kuliah.

Berikut adalah jurusan-jurusan yang berprospek baik di 5 tahun mendatang :

1. Sampai saat ini bidang perminyakan masih akan menjadi primadona karena gajinya yang menggiurkan. Pembukaan lapangan baru di Cepu dan Ujung pangkah serta lapangan gas besar di perairan Natuna menjanjikan lapangan kerja yang besar untuk jurusan Perminyakan, Geologi dan Geofisika (Fisika MIPA konsentrasi Fisika Bumi).jurusan2 itu masih sangat sedikit. Sementara kebutuhan banyak. Jangan takut tidak dapat kerjaan. Permintaan sangat besar. Gaji? jangan tanya, kerja 15 tahun mungkin sudah cukup untuk membiayai pensiun anda. Pembukaan lapangan batubara juga membuat peluang lulusan pertambangan ckup besar. Hanya saja lulusan tambang cukup besar, sekitr 2000 setiap tahun. Anda harus masuk 4 tambang pilihan yaitu Teknik Tambang ITB, Unsri, Trisakti, dan UPN ‘V’ Yogya untuk sedikit memberi kepastian masa depan. Setahu saya, Tambang ITB 50% sudah dipesan sebelum lulus. Cuma, kuliahnya berat banget. Di Geologi UGM ospeknya 1 semester. Tiap sabtu sore disuruh lari muter fakultas berkali-kali. Kuliah lapangan naik gunung dan ke pantai. Tapi pas lulus, tinggal nunggu email dari alumni. Gak perlu pusing2 cari kerjaan.

2. Proyek pembangunan jalan tol ribuan kilo yang dicanangkan pemerintah membuat bidang konstruksi berprospek cerah. Selain itu pembangunan tentu makin cepat dengan lancarnya transportasi. Hanya saja, penghasilan di kontraktor tidak terlalu besar. Setara dengan PNS golongan 4A.


3. Telekomunikasi. Dijamin, bidang Telkom sangat prospek sampai 10 tahun mendatang. Baik untuk Vendor maupun operator. Pertimbangkan baik-baik untuk masuk Teknik Elektro konsentrasi Telekomunikasi. Elektro telekomunikasi terbaik masih dipegang STT Telkom dan ITB. UI, UGM dan ITS juga cukup bagus.

4. Pemerintah mencanangkan percepatan rasio kelistrikan dengan membangun PLTU yang total berkapasitas sekitar 10000 MW sampai 5 tahun mendatang. jika 1 PLTU berkapasitas 300 MW maka dibutuhkan 30 engineer pembangkitan maka akan ada lowongan untuk sekitar 1000 engineer pembangkitan dari jurusan Teknik Elektro konsentrasi Power, Teknik Fisika dan Teknik Mesin. Gaji besar.

5. PLTU bukan cuma operasi tapi juga konstruksi. Kerjaan lagi buat Elektro, Teknik Fisika dan Teknik Mesin. Teknik kimia juga terlibat.

6. Pengembangan Energi Terbaru butuh banyak insinyur.
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) : Teknik Sipil
PLT Mikrohidro : Teknik Sipil, Teknik Fisika
PLT Matahari, Angin : Teknk Fisika dan Teknik Mesin
PLT Biodiesel dan Bioethanol : Teknologi Pertanian, Teknik Kimia
PLT Panas Bumi : All engineering
Ingat bidang energi : Gaji besar

7. Teknologi Informasi. Jelas, kita butuh orang IT baik Fasilkom, IF atau yang ekuivalen. lapangan kerjanya tidak akan pernah habis. kesempatan nyari proyek cukup besar. Contohnya sebagai web developer. Banyak instansi yang mulai peduli membuat web. Rate cukup tinggi, di Jogja rate untuk pembuatan web full sekitar 2,5 juta sampai 3 juta. Ini belum ditambah maintanance. Peluang lebih besar jika anda menguasai Linux, karena sekarang banyak instansi beralih ke Linux. Tips, terus update kemampuan. Yang sangat prospek saat ini dot net developer.

8. Petrokimia. Teknik Kimia masih terus berjaya. Yang direkomendasikan, UGM, ITB, UI, UNDIP, dan ITS.

9. Teknik Nuklir. Ingat, PLTN segera dibangun.

10. Bidang kedokteran. Bidang ini tidak pernah sepi lapangan kerja. Bukan cuma Kedokteran Umum tapi juga keperawatan dan kebidanan. setiap tahun untuk Arab Saudi saja dibutuhkan 2000 perawat Indonesia. Tapi masih sulit dipenuhi. Ini peluang yang bagus. Kebidanan?? Jangan salah, Setahu saya, tidak ada Bidan yang tidak kaya alias lebih dari cukup.

11. Jurusan-jurusan desain (Diskomvis, Interior, dll) Dijamin prospeknya bagus. yang masih kuliah aja udah pada dapet kerjaan. terbaik masih di UK Petra Surabaya dan ISI Jogja. Tapi kabarnya ITB mulai menyusul.

12. Kartografi dan penginderaan jauh. Jangan meremehkan jurusan ini, diam2 jurusan ini punya prospek sangat bagus

13. Teknik Industri dan Teknologi Industri Pertanian. Kedua jurusan ini sebenarnya mirip. Kurikulum juga hampir sama. Keduanya masih sangat bagus prospeknya. Tapi, mereka bukan bagian exact engineering. Sangat bagus jika kemampuan komunikasi dan bahasa anda latih sebaik mungkin jika anda masuk jurusan ini. Kemampuan teknis tidak banyak dibutuhkan.

Tips Menghadapi SNMPTN 2013

Tips Menghadapi SNMPTN 2013

Tips Menghadapi SNMPTN Ketika kamu melakukan ujian, kamu sedang mendemonstrasikan kemampuanmu dalam memahami materi pelajaran, atau dalam melakukan tugas-tugas tertentu. Ujian memberikan dasar evaluasi dan penilaian terhadap perkembangan belajarmu. Ada beberapa kondisi lingkungan, termasuk sikap dan kondisimu sendiri, yang mempengaruhimu dalam melakukan ujian.
Berikut tips untuk membantumu dalam mengerjakan ujian SNMPTN 2012 :
1) Datanglah dengan persiapan yang matang dan lebih awal.
Bawalah semua alat tulis yang kamu butuhkan, seperti : pensil, pulpen, jam (tangan), penghapus karet, penggaris, dan lain-lainnya. Perlengkapan ini akan membantumu untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.

2) Tenang dan percaya diri.

Ingatkan dirimu bahwa kamu sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik.

3) Bersantailah tapi waspada.

Pilihlah kursi atau tempat yang nyaman untuk mengerjakan ujian. Pastikan Kamu mendapatkan tempat yang cukup untuk mengerjakannya. Pertahankan posisi duduk tegak.

4) Preview soal-soal ujianmu duluLuangkan 10% dari keseluruhan waktu ujian untuk membaca soal-soal ujian secara mendalam, tandai kata-kata kunci dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masing-masing soal. Rencanakan untuk mengerjakan soal yang mudah dulu, baru soal yang tersulit. Ketika Kamu membaca soal-soal, catat juga ide-ide yang muncul yang akan digunakan sebagai jawaban.
5) Jawab soal-soal ujian secara strategis.
Mulai dengan menjawab pertanyaan mudah yang Kamu ketahui, kemudian dengan soal-soal yang memiliki nilai tertinggi. Pertanyaan terakhir yang seharusnya Kamu kerjakan adalah:
soal paling sulit, yang membutuhkan waktu lama untuk menulis jawabannya,
memiliki nilai terkecil.
6) Sisihkan 10% waktumu untuk memeriksa ulang jawabanmu.
Periksa jawabanmu; hindari keinginan untuk segera meninggalkan kelas segera setelah Kamu menjawab semua soal-soal ujian. Periksa lagi bahwa Kamu telah menyelesaikan semua pertanyaan yang dirasa bisa.

7) Analisa hasil ujianmu.
Setiap ujian dapat membantumu dalam mempersiapkan diri untuk ujian selanjutnya. Putuskan strategi mana yang sesuai denganmu. Tentukan strategi mana yang tidak berhasil dan ubahlah.